Aceh Tengah | metroinvestigasi.id – pada Hari Minggu(14/08/2022). Seorang oknum desa di desa erlop memperlakukan tindakan menghalang-halangi tugas wartawan atau jurnalis. Tindakan yang tidak menyenangkan atau kurang ajar terhadap wartawan kembali terjadi. Hal ini terjadi saat para jurnalis hendak mau melakukan perjalanan kerja jurnalistik ke Kabupaten Goyo Lues .
Diketahui, perbuatan menghalang-halangi wartawan ini saat media tersebut menyambangi Reje ( kades ) yang sedang ada kegiatan penimbunan jalan dan memimta agar diliput dan di poto oleh jurnalis bidiknasonal.co.id
Ketika itu Oknum tersebut langsung mengintimidasi wartawan dan menghalang-halangi dengan mendorong -dorong dan mempropokasi warga yang bekerja dan menimbulkan kesalah
pahaman.
“Oknum aparat desa tersebut menghampiri abang yang datang waktu bulan puasa ya ,terus terang saya tidak suka dengan cara abng. waktu itu, sekarang apa mau abang datang kemari lagi ada perlu apa” ? waktu itu kan saya kasih uang 200 kenapa dibalikkan”.? ujar oknum tersebut ke pada wartawan tersebut sambil berkata, ” abang lapar ya udah makan,” sambil mendorong -dorong wartawan tersebut dengan nada tinggi dan kasar.
Untuk apa di poto-poto ini kan lagi di kerjakan gak perlu dinaikan ke berita karena belum siap.
Sewaktu dikomfirmasi kepada wartawan adalah RIT yang diintimidasi,jelaskan dirinya diminta oleh Reje Erlop agar untuk mengambil dokumentasi pekerjaanya. Setelah mau mengambil poto langsung terjadi intimidasi kepada RIT tersebut.
Dan seorang wartawan bidikkasus.com Adalah AZR sebagai saksi di lokasi Kejadian di Desa Erlop Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah , bahwa tindakannya melarang wartawan melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 tentang tugas pokok dan fungsi pers.
“Ini tugas jurnalistik, bukan melarang apalagi menghalangi. Apalagi hal ini juga jelas sekali telah melanggar undang-undang pokok Pers No 40 Tahun 1999,” imbuhnya.
“Yang harus paham siapa, anda harus tahu undang-undang Pers. Tidak boleh menghalangi kami, kami dilindungi UU Pers tentang tugas pokok dan fungsi pers loh,”
“Walau sempat mengatakan sebenarnya kami mau ke Blang Kejeren ke Gayo Lues dan karena ada rekan kami tiga orang lagi yang mau ikut harus kami jemput lagi ke Bener Beriah,” ujar AZR dan RIT tapi oknum aparat Desa Erlop tersebut terus mengulangi perkataannya dengan sinisnya kepada wartawan.(Tim/tn)
.
















Komentar