Aceh Singkil|metroinvestigasi.id – Aliansi Masyarakat Sengsara Hidup (MSH ) Kabupaten Aceh Singkil,Selasa ( 06 / 08 ) melakukan aksi mendatangi Kantor DPRK Aceh Singkil dan Kantor Bupati Aceh Singkil untuk menyampaikan pernyataan sikap.
Aksi yang dipimpin oleh Korlap I MSH Syafar Siregar dan Korlap II MSH Kamaludin beserta masyarakat 18 Desa yang tergabung dalam MSH tersebut sekira pukul 09.30 Wib pertama sekali mendatangi Kantor DPRK ( Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ).
Setelah sampai di Kantor DPRK,masyarakat merasa sangat kesal karena tidak satu pun ada anggota DPRK yang dapat ditemui.Belum patah semangat akhirnya Pahrudin Pardosi Wakil Ketua DPRK tiba.
Pada kesempatan itu kelompok MSH langsung saja menemui Pahrudin untuk menuntut janji Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dalam rapat di ruang kerjanya beberapa bulan yang lalu yang diantaranya adalah untuk menunjukkan tapal batas lahan HGU PT.NAPASINDO UBERTRACO yang baru, Januari 2019 sampai dengan tahun 2049 seluas 8.300 Ha yang pernah disebutkan BPN Tingkat II Kabupaten Aceh Singkil dan janji memberikan lahan seluas 673,7 Ha kepada masyarakat 18 Desa,serta pelepasan 200 M kiri – kanan ruas jalan Gor – Sebatang kepada masyarakat.
Pahrudin mencoba untuk menenangkan kelompok masyarakat dengan menyebutkan,” nanti akan segera saya surati Bapak Bupati agar dapat hadir kemari menemui kita,” ancam Pahrudin kepada MHS.
Tidak berhenti sampai disitu,kelompok Aliansi Masyarakat Sengsara Hidup ( MSH ) yang tidak puas dengan ucapan Pahrudin Pardosi melanjutkan tuntutan dengan mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil.Sampai di Kantor Bupati,Aliansi MSH semakin merasa kecewa karena Bupati,Wakil Bupati dan Sekda juga tidak berada di tempat.
Dengan rasa kecewa yang sangat mendalam dan rasa tidak puas, masyarakat akhirnya meninggalkan Kantor Bupati dengan sedikit menyeramkan, dimana mereka meninggalkan keranda mayat dan pocong yang terbuat dari bambu.
Laporan : Red / Efendi















Komentar