Simalungun | D’INVESTIGASI, Kondisi jalan beton milik Nagori karang anyar kecamatan gunung maligas di duga asal jadi, hal ini menjadi buah bibir warga setempat, salah satu warga yang tidak ingin namanya di tuliskan menuturkan, ” bangunan yang baru seumur jagung terkesan seperti penyakit kulit alias panuan (bercak putih), katanya saat di mintai keterangan pada Jumat siang 1/2/2019 di lokasi.
Kondisi seperti ini melahirkan perdebatan masyarakat yang menduga kalau material bangunan di manipulasi atau adanya dugaan permainan aksi ambil untung dari pihak pelaksana kerja. Tentunya hal ini akan berdampak pada kualitas bangunan yang sangat tidak akan bertahan lama.
Jika hal ini di biarkan tentunya akan sangat merugikan keuangan negara melalui perogram pembangunan desa lewat anggaran dana desa yang terus menerus bergulir 5 tahun belakangan.
Di kutip lewat detik finance edisi sabtu tanggal 19 Agustus 2017 lalu yang menuliskan ” Salah satu usaha Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia diwujudkan melalui Dana Desa yang dialokasikan khusus dalam APBN. Dana desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015 dengan jumlah anggaran sebesar Rp 20,76 triliun.
Anggaran yang sangat besar tersebut bisa saja hanya bisa di nikmati untuk beberapa tahun, bila kondisi penggunaan luput dari pengawasan, alhasil untuk bicara pembangunan yang berkualitas cuma jadi isapan jempol belaka.
Lewat Mentri desa, Eko Putro Sandjojo dalam diskusi Forum Merdeka Barat di Jakarta, Sabtu (19/8/2017). Di kutip dari detik finance, menjelaskan ” dana desa banyak mencapai hasil yang belum maksimal selama Indonesia merdeka. Untuk bangun jalan, sarana air bersih, saluran irigrasi. meski dana desa baru, tapi manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.
Dengan adanya dana Dana desa, maka pemerintah republik Indonesia akan secepat mungkin mewujudkan cita-cita bangsa untuk segera mewujudkan keinginan masyarakat luas, namun hal ini akan sia-sia belaka jika paratur desa tidak imut serta mewujudkan cita-cita bangsa.
Untuk menindak lanjuti informasi lebih lanjut tentang kualitas bangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 50. 974.200.- tahun anggaran 2018 yang terletak di pasar I Nagori anayar. Sunar, selaku pangulu (kepala desa, red) belum di mintai keterangan hingga berita ini di kirimkan. (SR)












Komentar