Labuhanbatu | metroinvestigasi.id– Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Labuhanbatu Raya menyatakan keprihatinan dan keberatan atas dampak pelaksanaan proyek pembangunan jaringan migas Sumatera Utara–Dumai yang dinilai telah menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan, kemacetan panjang, serta mengganggu aktivitas masyarakat di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
PC PMII Labuhanbatu Raya menegaskan bahwa pembangunan yang mengatasnamakan kepentingan nasional tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Fakta di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat aktivitas alat berat dan mobilisasi material proyek. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan yang panjang, menghambat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Ketua PC PMII Labuhanbatu Raya, Riqi Itibar Siahaan, menegaskan bahwa pemerintah dan pihak pelaksana proyek tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan masyarakat yang setiap hari harus menghadapi kemacetan dan jalan yang rusak.
“Kami tidak menolak pembangunan nasional. Namun kami menolak pelaksanaan proyek yang mengabaikan keselamatan masyarakat dan merusak fasilitas publik. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama.”
Atas dasar itu, PC PMII Labuhanbatu Raya mendesak agar pelaksanaan proyek dihentikan sementara pada ruas-ruas yang menimbulkan dampak serius terhadap masyarakat sampai seluruh kerusakan jalan diperbaiki dan sistem pengamanan lalu lintas dipastikan berjalan dengan baik.
PMII Labuhanbatu Raya juga mendesak: Pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek.
Kontraktor pelaksana bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat aktivitas proyek.
Dilakukan perbaikan segera terhadap seluruh ruas jalan yang rusak sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.
Kepolisian dan instansi terkait memperketat pengawasan terhadap manajemen lalu lintas di lokasi proyek demi mencegah kemacetan dan kecelakaan.
Seluruh pihak yang terlibat dalam proyek membuka ruang dialog dengan masyarakat serta organisasi kemahasiswaan untuk menyampaikan perkembangan dan langkah-langkah penanganan dampak proyek.
PC PMII Labuhanbatu Raya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons, PMII tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah-langkah konstitusional berupa audiensi, penyampaian aspirasi, maupun aksi damai sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pembangunan.
Pembangunan nasional harus berpihak kepada rakyat, bukan justru menghadirkan penderitaan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.
Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari sejauh mana keselamatan, kenyamanan, dan hak-hak masyarakat tetap terlindungi selama proses pembangunan berlangsung.
Hidup Mahasiswa!Hidup Rakyat Indonesia!PMII Bergerak, Rakyat Berdaulat!
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Labuhanbatu Raya










Komentar