Jon Sujani Pasaribu Perantau Rindu Akan Poda Na lima Tabagsel

 

 

Padangsidimpuan|metroInvestigasi.idSujani Pasaribu (57), rindu akan pedoman hidup nasehat “Poda Na Lima” merupakan payung hukum adat yang tidak tertulis, untuk menjunjung tinggi adat budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi indivudu maupun antar kelompok di Tapanuli Selatan Bumi Dalihan Na Tolu.

Hal itu disampaikan Jon Sujani pasaribu saat berkunjung ke Kota Padangsidimpuan, Kamis (7/9/23), yang ditemui media, kamis ( 7/9 ) di Jalan Abdul Jalil lubis, Kota padangsidimpuan, Jon Sujani.Pasaribu yang juga warga masyarakat kampung marancar padangsidimpuan utara, kota padangsidimpuan ini Ia juga mengungkapkan rasa bersalah yang selama ini begitu pentingnya Poda Na Lima sebagai pedoman hidup yang nyaris hilang ditengah masyarakat.

Jon Sujani Pasaribu berharap,” Poda Na Lima”, merupakan falsafah adat masyarakat Tabagsel yang di antaranya berisi, paias rohamu (bersihkan jiwamu), paias pamatangmu (bersihkan badanmu), paias parabitonmu (bersihkan pakaianmu), paias bagasmu (bersihkan rumahmu), dan paias pakaranganmu (bersihkan lingkunganmu), harus kembali disosialisasikan.

Bagi Jon, sesuai nilai-nilai adat Tabagsel, ia sangat menjunjung tinggi persaudaraan yang baginya adalah segala-galanya. Selama berkarir di Ibu Kota (Jakarta), ianya pernah berpikir untuk mengajak perantau lainya yang berada di Ibu Kota, namun, niatnya diurungkan karena kesibukan masing- masing.

“Semua bisa terpikir setelah saya ada di perantauan. Salah satunya, ‘Poda Na Lima’. Jika setiap orang bisa menerapkan ‘Poda Na Lima’ maka ini bisa menjadi nasehat dan pegangan hidup,” ujar Jon

Banyak generasi penerus saat ini di Tabagsel yang sudah mulai melupakan semua itu. Terutama di kehidupan sehari-hari. Namun, ia tak menafikan semua itu lantaran gaya hidup yang cenderung mengarah metrealis, hedonis dan kecanduan gadget.

” salah satu tokoh juga pernah melahirkan konsep ” marsipature Huta nabe” yaitu almarhum Bapak Raja Inal Siregar, yang erat berhubungan dengan “Poda Na Lima”, merupakan bentuk kearifan lokal yang harus kita tanam pada Muda/i, demi kemajuan wilayah Khususnya Tabagsel” ungkap Jon Sujani Pasaribu…(Ahmad hakim)

Komentar

News Feed