Medan | metroInvestigasi – Sebanyak 210 ton padi akan terbuang percuma, jika petani di desa kebon Ramunia Pantai Labu kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.
Pasalnya para petani tidak bisa melakukan panen akibat jalan masuk menuju areal dipagar pihak Kodam I/BB.
Demikian disampaikan Suriani dari kelompok Tani Maju Desa Perkebunan Ramunia, kepada wartawan di sekretarian DPP Satu Betor Sumatera Utara diaela-sella acara pertemuan persiapan peri gatan Hari Tani Indonesia yang akan digelar pekan mendatang.
Suriani yang hadir memaparkan persoalan yang dihadapi para petani yang akan gagal panen, Rabu 27 September 2023, hingga saat ini belum bisa me.buka akses jalan menuju lahan pertanian.
Menurutnya kelompok tani tersebut sudah menyampaikan aspirasinya kepada instansi terkait untuk bisa melakukan panen, terakhir kepada PJ Gubernur Sumatera Utara, namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan yang serius.
Petani Ramunia dilarang memanen padi yang sudah menguning, pintu masuk ditembok, pihak Kodam.
Harapan petani meminta agar diberikan akses jalan, sudah ditanam tapi tidak bisa panen, berikan akses jalan untuk panen.
2 Minggu yang lalu sudah bisa panen, sehingga apa alasan pihak TNI tidak mengijinkan
Kondisi padi sekarang sudah menguning, dan posisinya sudah merunduk karena padi sudah terlalu tua.Pada hal kondisi masyarakat yang saat ini semakin sulit, sementara dinas pertanian juga tidak bisa memberikan solusi.
Mari duduk bersama dulu, soal lahan juga kita duduk bersama dengan pihak BPN mana lahan kodam dan lahan petani, jelas Suriani.
Diperkirakan mencapai 30 Ha lahan pertanian dengan hasil rata-rata menghasilkan 7 ton per Ha. Sehingga jika ditotal keseluruhan 210 ton terbuang sia-sia.
Untuk itu harap Suriani, sebaiknya pemerintah provinsi bisa memfasilitasi hal ini agar pihak ya dapat melakukan panen.( rafli )
















Komentar