Jawa Timur | metroinvestigasi.id-
Upacara adat Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan.Kabupaten Kediri, agenda “bersih-bersih desa” dimulai pada kamis,(18 Juni 2026) sampai hari Jumat,(19 Juni 2026). Ritual sakral zaman Kerajaan Majapahit boneka merupai bayi laki-laki dan perempuan, dibungkus kain putih dipotong lalu di kubur,di per Simpang Empat menghubungkan Kediri, Malang, Jombang,
“Melestarikan tradisi merawat kebersamaan”
Tradisi Bersih Desa di Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggunakan boneka bayi dikenal dengan nama Tradisi Mbeleh Golekan atau Mendhem Golek Kencono. Ritual sakral peninggalan zaman Kerajaan Majapahit ini digelar setahun sekali setiap Jumat Pahing di bulan Suro sebagai simbol tolak bala (menolak malapetaka) dan ungkapan rasa syukur warga.
Rangkaian prosesi ritual unik tersebut.mulai hari kamis, 18 Juni 2026, kegiatan ‘Bersih Desa tahun 2026″ kegiatan keagamaan.Pertama khotaman AL Qur’an pukul 05.00-16.00 wib.Kedua.do’a untuk umat kristiani.Ketiga. istighotsah.pukul 29.30-20.00 wib, Keempat.pembukaan mempaca ayat suci AL Qur’an.sambutan-sambutan santunan anak yatim dan dhu’afa. Pukul 20.00-23.30 wib,ceramah agama oleh KH.Muhammad Qodim dari kabupaten siidoarjo.pukul 21.30-23.30 wib, do’a penutup pukul 23.30-23.45 wib,
Kegiatan pada hari Jum’at, 19 juni 2026, kirab upacara adat desa Kandangan, pukul 08.00-10.30 wib,
Pagelaran Wayang kulit oleh Dalang Ki Didik Wibisono dari Kabupaten Kediri,pukul 20.00-05.00 wib.
Makna Ritual Boneka Bayi.
Simbol Pengganti Tumbal: Sepasang boneka bayi laki-laki dan perempuan (disebut Golek Kencono) dibuat dari tepung ketan. Boneka ini menjadi simbol pengganti tumbal manusia demi keselamatan seluruh warga desa.
Pembuatan Khusus: Boneka wajib dibuat oleh para wanita tua di desa yang sudah mengalami menopause (tidak lagi menstruasi) untuk menjaga kesucian ritual.
Dikafani: Sebelum diarak dan disembelih, kedua boneka kembar tersebut dibungkus dengan kain kafan layaknya jenazah manusia.
Rangkaian Prosesi Acara.
Ritual adat bersih desa ini berlangsung selama beberapa hari dengan tahapan yang runut.
Mulai dari Kepala Desa Kandangan, Fatur Rozik,S.Pd., Perangkat Desa, warga sekitar Polsek Kandangan, Koramil Kandangan, Camat Kandangan,
Kamis, 18/6/2026, Penyembelihan hewan ternak berupa sapi untuk mempersiapkan puncak upacara selamatan desa.
Kamis: Proses pembuatan boneka golekan di balai desa,
Jumat (Puncak Acara):
Kirab Budaya: Warga mengenakan pakaian adat Jawa dan mengarak boneka bayi dari kantor desa menuju lokasi penyembelihan.
Penyembelihan & Penguburan: Boneka bayi tersebut disembelih (dibeleh). Boneka bayi laki-laki dikubur di pertigaan Jalan Veteran Kandangan, sedangkan boneka perempuan dikubur di perempatan Desa Kandangan.
Doa Bersih Desa: Seluruh warga berkumpul di Balai Desa Kandangan untuk doa bersama.
Pagelaran Wayang Kulit: Acara ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk pada Jumat malam.
(La baru,p.jatim)











Komentar