Gunungsitoli | metroinvestigasi.id – Pengurus Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kota Gunungsitoli dan PC NU Kota Gunungsitoli baru-baru ini menggelar Sidak turun ke Sekolah Madrasah Aliyah NU ,Kamis, (10/03/2022)
Terkait adanya isu yang berkembang di media sosial bahwa konon kabarnya ada penekanan serta intimidasi kepada Staf dan guru guru sekolah terkait ketika Pengurus LP Maarif dan PC NU kota Gunungsitoli berkunjung mengadakan sidak kesekolah pada hari, Kamis pagi tanggal 10 Maret 2022.
Isu yang disebarkan oleh kelompok oknum yang tidak bertanggung jawab ini membuat gerah Pengurus PC LP Maarif dan PC NU Kota Gunungsitoli dengan tuduhan yang tak mendasar, Ketua LP Maarif NU Kota Gunungsitoli Karsani Aulia Polem memberi keterangan Pers ,dan menyatakan dengan tegas bahwa Isu itu tidak benar, kemudian Ketua LP Maarif menerangan Kronologis permasalahan bahwa :
Pada tanggal 10 Desember 2021 PC LP Ma’arif telah melayangkan surat kepada Kepala Madrasah. Menyikapi soal dualisme kepengurusan PCNU Kota Gunungsitoli dihimbau agar gedung madrasah dipergunakan untuk aktifitas Kegitan Belajar Mengajar (KBM) saja dan tidak dibenarkan untuk kegiatan – kegiatan organisasi lainnya kecuali atas persetujuan PC LP Ma’arif Kota Gunungsitoli.
Kemudian ia menjelaskan dari beberapa kegiatan di Madrasah Aliyah NU Kota Gunungsitoli atas informasi dan postingan di medsos bahwa, di Madrasah Aliyah NU sering digunakan untuk kegiatan dan diluar dari aktifitas belajar dan mengajar tanpa adanya koordinasi/ persetujuan PC LP Ma’arif NU Kota Gunungsitoli, hingga PC LP Ma’arif NU Kota Gunungsitoli atas petunjuk PC NU Kota Gunungsitoli memberikan rantai gembok di pintu pagar guna menambah keamanan sekolah dipintu gerbang depan gedung madrasah dengan lebih dulu berkoordinasi kepada pihak kepala sekolah (Abdul Hadi).
Pada hari rabu tanggal 9 Maret 2022 sekira pukul 18.00 wib PC LP Ma’arif,hal itu diakui Kepala Sekolah Abdul Hadi ketika rapat Kordinasi 1 jam bersama Ketua LP Ma’arif dan Pengurus PC NU di Maderasah Aliyah NU pada tanggal 10 Maret 2022 , Karsani Aulia Polem Ketua LP Ma’arif Aliyah NU menambahkan rantai dan gembok yang dimaksud dipintu gerbang Madrasah Aliyah NU. Dan bila akan dipergunakan untuk proses belajar mengajar kunci gembok tersebut dapat diambil melalui PC LP Maarif.Hal ini telah disepakakati oleh Kepala madrasah dan beliau telah setuju bersama dengan Ketua PCNU Kota Gunungsitoli Rusudin Zalukhu, SE.
Pada tanggal 10 Maret 2022 sekira pukul 08.00 Wib atas informasi yang didapatkan, oleh pihak LP Ma’arif bahwa pintu gerbang pintu Madrasah Aliyah NU telah terbuka dan gembok rantai tak diketahui keberadaannya (hilang),
mengetahui hal itu PCNU dan LP Maarif berkunjung langsung di madrasah serta melaksanakan rapat bersama kepala madrasah dan guru – guru.
Dari hasil petemuan tidak satupun dari pihak kepala sekolah dan Guru – guru mengetahui terbukanya dan hilangnya gembok rantai tersebut serta menyarankan untuk menelusuri pengrusakan dan hilangnya gembok/rantai itu dalam waktu yang diberikan dan disepakati untuk menyelidiki siapa pelakunya, dan apa bila tidak dapat mengunkap siapa pelakunya akan dilaporkan kapada pihak yang berwajib, terang Ketua LP Ma’arif.
Dari beberapa kronolgi diatas serta isu yg berkembang dan di kembangkan oleh onum oknum tertentu dan dalam hal ini diduga adanya oknum aktor yang dengan sengaja membuat gaduh banyak orang dan dari kata kata yang dilakukan oleh para oknum penyebar Fiitnah ternyata tidak sesuai dengan informasi yang disajikan disebar di medsos serta membuat opini lain sehingga terkesan adanya intimidasi kepada guru-guru Madrasah Aliyah NU.
” Untuk itu diharapkan agar hendaknya dicermati dengan arif dan bijaksana terkait oknum yang hendak membuat opini lain terkait dengan apa yang terjadi di Madrasah Aliyah NU Gunungsitoli,” ungkap ketua LP Maarif Kota Gunungsitoli mengakhiri perkataan. @ ( Ms)










Komentar