Jawa Timur | metroinvestigsi.id- Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I., mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum perbaikan diri.
“MAN 3 Kediri mengadakan kegiatan yang sangat mulia ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal yang paling penting adalah memastikan niat kita, yaitu tidak hanya sekadar memperingati, tetapi juga mengimplementasikannya setelah acara ini, salah satunya dengan meningkatkan ibadah kita. Mari kita ikuti dan laksanakan seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Jamiluddin.
Usai pembacaan selawat Mahalul Qiyam, acara dilanjutkan dengan mauidhotul hasanah dan doa yang disampaikan oleh penceramah kenamaan asal Jombang, KH. Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam tausiahnya, Mbah Bolong menekankan pentingnya rasa syukur serta menjauhi perbuatan dosa. “Nikmat akan ditambah jika kita bersyukur, dan orang yang bersyukur itu pasti bahagia. Nikmat yang paling kecil adalah bernapas, sedangkan nikmat yang paling besar adalah terciptanya Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ingatlah sejarah lahirnya Rasulullah dan waspadailah dua dosa besar yang dapat membuka aib di dunia dan akhirat, yaitu dosa anak durhaka kepada orang tua dan dosa zina,” tutur KH. Nur Hadi (Mbah Bolong).
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini resmi ditutup sebelum azan Dzuhur berkumandang, kemudian dilanjutkan dengan momen kebersamaan berupa makan bersama seluruh civitas akademika MAN 3 Kediri. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah di madrasah. Melalui pembinaan spiritual ini, jajaran pendidik dan peserta didik MAN 3 Kediri diharapkan mampu meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan madrasah.(Penulis Humas man 3 Kediri)
La baru,p.jatim
















Komentar