Jawa Timur | metroinvestigasi.id-Pelayanan publik di desa Drujugurit, Kecamatan Ngimbang,Kabupaten Lamongan,Jawa Timur tampak berantakan, warga setempat mulai geram lantaran proyek pembangunan infrastruktur mangkrak tak kunjung selesai.
Berdasarkan pantauan Metro Investigasi di lokasi pada kamis (4/6/2026),tidak ada satu pun perangkat desa yang terlihat masuk kantor. Pintu utama balai desa terbuka berantakan dipenuhi rumput, dan material beserakan,
Warga tersebut yang tidak mau menyebutkan namanya, menduga mangkraknya pembangunan ini berakar pada tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan dan pembangunan fasilitas desa diduga kuat disalahgunakan oleh oknum pemerintah Desa Drujugurit,
Ketidakhadiran para perangkat desa di kantor disinyalir sebagai lari dari tanggung jawab dan warga mulai mencium aroma rasuah tersebut.
Hingga berita ini dinaikan Kepala Desa Drujugurit, Nanang saat dihubungi melalui WhatsApp nya tidak menjawab walau pun di SMS untuk di konfirmasi. Warga Desa Drujugurit mendesak Inspektorat Kabupaten Lamongan, dan pihak Kepolisian untuk segera turun mengaudit aliran Dana Desa dan menangkap oknum yang terlibat.
Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pemerintah Kabupaten Lamongan agar kerugian negara bisa diselamatkan dan pelayanan masyarakat Desa Drujugurit dapat segera aktif kembali.
(La baru,p.jatim)










Komentar