Tapsel | metroinvestigasi.id-
Sejumlah masyarakat Tabagsel yang mengatas namakan Aliansi Tabagsel Bersatu yang di kordinir oleh kordinator aksi Rahmad.Nst, kordinator lapangan Marwan Harianja menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Tapanuli Selatan selasa ( 26/8 ), aliansi Tabagsel Bersatu menyuarakan dan meminta kepada Bupati Tapsel Gus Irawan.Pasaribu untuk menjawab setia pertanyaan yang di lemparkan oleh pengunjuk rasa.
Namun di sayangkan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan.Pasaribu enggan hadir dengan alasan “bapak bupati sedang sakit,” ucap para penjilat Bupati Tapanuli Selatan.
Menyikapi hal tersebut Hadi Susandra. Lubis salah seorang orator unjuk rasa menyampaikan bahwa sah nya kedatangan Aliansi Tabagsel Bersatu mempertanyakan sejauh mana Gus Irawan keterkaitannya dalam pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) ,dimana kami menduga kuat Gus Irawan Pasaribu terlibat dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua anggota DPR sebagai tersangka. Keduanya adalah mantan anggota Komisi XI DPR periode 2019-2024 bernama Satori dan Heri Gunawan.
Kemudian salah seorang warga masyarakat kecamatan Sipirok Bangun.Srg sangat mendukung aksi yang di lakukan oleh Aliansi Tabagsel Bersatu ” saya mendukung penuh aksi ini.Saya sangat prihatin dengan Tapanuli Selatan ini yang keadaannya sedang sakit sakitan, konon lagi Bupati Tapanuli Selatan nya diduga sedang terindikasi terkait skandal dugaan penerimaan dana CSR BI-OJK yang telah melibatkan mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024. Belum lagi dana CSR dari Tambang PT.Martabe,” sebut Bangun,Srg yang juga salah seorang tokoh masyarakat atau warga Desa Si Badoar, yang juga seorang pengacara di daerah Tabagsel.
Direktur Eksekutif Komunitas Pena Indonesia, Rahmad Perlindungan.Nst mendukung penuh atas pernyataan KPK terkait skandal dugaan penerimaan dana CSR BI-OJK yang telah melibatkan mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024.
“Kami mendukung penuh pernyataan pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan anggota komisi DPR RI tersebut diduga terlibat dalam kasus yang saat ini tengah diusut,” ucap Rahmad kepada awak media, selasa (17/8/2025).
Rahmad juga mengatakan aksi ini akan kita gelar berjilid – jilid dan juga akan kita adakan pengajian akbar doa bersama di Halaman Bolak dalam waktu dekat ini ucapnya.(Ahmad Hakim.lbs)










Komentar