Vihara Budha Murni Indonesia PHK Massal 16 Karyawan Tanpa Pesangon Dalam Sekejap Mata

 

Medan | metroinvestigasi.id- Vihara Budha Murni Indonesia,Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 14 PHK 16 karyawan Keamanan (security) tanpa Pesangon dalam sekejap mata dengan sesuka hati.Hal ini disampaikan oleh beberapa orang karyawan yang di PHK,Sabtu (01/01/2024).

Menurut kererangan karyawan yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) mereka diberhentikan karena ada masalah pencurian yang dilakukan oleh salah seorang karyawan security.Atas kejadian tersebut,maka berimbas kepada yang lain yang semuanya berjumlah 16 orang.

Karyawan security tersebut merasa keberetan,karena mengapa harus semua kami ikut di PHK.Sementata kami ikut pula dikenakan turut mengganti kehilangan uang di dalam kotak amal yang ada di Vihara Budha Murni Indonesia Tanjung Morawa, Sumut.

Anehnya justru pahak Vihara tahu persis jumlah uang yang ada di dalam kotak amal ? yakni sejumlah Rp.3.700.000,-

Dari keterangan karyawan tersebut, selama ini mereka juga sudah merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak Vihara yang dipimpin oleh Usuf menejer Vihara Budha Murni Indinesia.

Jam kerja yang cukup panjang selama 12 jam tanpa lembur,gaji yang cuma Rp. 1,8 juta,Tidak ada jaminan ketenaga kerjaan (BPJS),THR yang sesuka hati dan sebagainya.” sekarang kami malah di PHK massal tanpa pesangon,” kata salah seorang karyawan security yang kena PHK.

Pihak Vihara yang dikonfirmasi lewat Mandor Aseng, membenarkan PHK massal yang dilakukan oleh Usuf Menejer Vihara.Apa yang dikatakan para karyawan security yang di PHK hampir semua dibenarkan Aseng. Hanya ada yang dikatakan Aseng kenapa karyawan yang mencuri bernama MJP itu tidak diberhentikan oleh Kordinator.

Dari kererangan Aseng itu,Kordinator menyatakan bahwa MJP sudah diberhentikan.Aseng agaknya berkilah, bahkan ketika akan mengkonfirmasi Akang,Aseng menyebutkan bahwa Akang tidak ada di tempat,namun menurut dugaan Akang ada ditempat di Vihara itu,karena didapat keterangan mobil Wuling yang ada di depan gedung tempat sembahyang adalah milik Akang.

Menejer Vihara,Usuf juga tidak dapat ditemui,karena juga tidak ada di tempat,kata Aseng.

Nampaknya persoalan ini juga akan berkanjut,karena para karyawan yang diberhentikan merasa tidak senang juga.(c2p)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *