Labura | metroinvestigasi.id- Pasca tiga hari menghilang, Proses pencarian yang dilakukan oleh personil Polsek Kualuh Hulu, TNI, Kades, BPBD dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil, Tino Sihombing (20) yang sebelumnya dikabarkan hilang diterkam buaya Jumat malam di Dusun IX Kilang Saudara Desa Sialang Taji, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Korban ditemukan sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian tepatnya ditepi aliran sungai Dusun Pasar Bengkoang, Desa Sialang Taji, Kualuh Selatan, Minggu (24/11), pukul 09.00 wib.
AKP. Citra Yani Barus, SH, MH Kapolsek Kualuh Hulu melalui kanit samapta IPDA. Hariadi dalam keterangan persnya, mengatakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan terapung posisi telungkup tanpa busana dan sudah tidak bernyawa ditepi aliran sungai Dusun Pasar Bengkoang.
Kanit menjelaskan, pukul 09.00 Wib Korban ditemukan di tepi aliran sungai di Dusun Pasar Bengkuang dengan jarak dari lokasi kejadian lebih kurang 1,5 Km, dengan kondisi mayat telungkup sudah meninggal dunia.
“Saat ini jasad korban sudah dilakukan evakuasi oleh masyarakat sekitar yang melakukan pencarian dengan di bantu oleh personel Polsek Kualuh Hulu,” Ucap Kanit.
“Atas kejadian ini kami menghimbau agar warga lebih hati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, Agar kejadian yang sama tidak terulang Kembali,” Pesan Hariadi dilokasi.
Kondisi korban pada saat ditemukan dengan posisi telungkup dan sudah tidak bernyawa :
* Kepala Bagian Depan hilang
* Tangan sebelah Kanan hilang
* Badan bagian dada berikut isi (Jantung & paru paru hilang).
Adapun saksi saksi penemuan :
Arnold Sianturi, Baharuddin Simbolon dan Edwar Siringo ringo.
Sebelumnya, menurut saksi R. Boru Simare mare (43) korban hilang diterkam buaya pada jumat malam sekitar pukul 20.00 Wib saat mandi ditangkahan usai bekerja bongkar muat sawit, Lokasi tidak jauh dari rumah korban, Saksi yang kebetulan ibu korban mengatakan mendengar suara teriakan dari TKP setelah diketahui adalah anaknya, langsung berusaha menolong dengan mengenggam tangan namun terlepas dan tenggelam kedalam air. (Jon tanjung)










Komentar