Pekanbaru | metroinvestigasi.id– Upaya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengoptimalkan kembali potensi lapangan-lapangan yang sebelumnya berstatus idle membuahkan hasil. Melalui pengeboran sumur infill RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR berhasil menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) berdasarkan hasil pengujian awal, dengan water cut 0%.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari strategi PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Lapangan Reco sebelumnya berstatus idle dan kini kembali dikembangkan berdasarkan hasil kajian serta evaluasi terbaru terhadap potensi sumber daya yang masih dapat diproduksikan.
GM Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai aspek dalam kegiatan operasi, mulai dari kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, hingga pelaksanaan di lapangan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre.
Secara administrasi, pengeboran sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi.
Keberhasilan pengeboran RECO#4 berawal dari studi subsurface terbaru yang dilakukan PHR untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang telah berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian tersebut, RECO#4 dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type, yang menargetkan reservoir batupasir Pematang.
Dalam pelaksanaan pengeboran, PHR juga menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengendalikan dan mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir. Penerapan teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran melakukan evaluasi kondisi bawah permukaan secara real time selama operasi berlangsung, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan terhadap posisi target reservoir.
Setelah berhasil diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk selanjutnya diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.
Keberhasilan RECO#4 menjadi salah satu kontribusi nyata PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi antara kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan eksekusi operasi dalam menghasilkan tambahan produksi secara efektif dan efisien.
PHR terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi dan melakukan optimalisasi kegiatan eksplorasi, pengeboran, serta pengembangan lapangan di WK Rokan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan disiplin biaya.
“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutur Andre Wijanarko.***(Rls/Bud)










Komentar