Seorang Warga Akui Tanah Miliknya Diserobot  PT.Pertamina Dumai

 

Dumai | metroinvestigasi.id – Seorang warga yang merupakan ahli waris M.Saleh yang memiliki sebidang tanah mengakui,Kamis ( 13/08/2020 ) bahwa Tanah miliknya diserobot PT.Pertamina sejak tahun 1968 sampai dengan sekarang.

Adapun ahli waris tersebut adalah Maimunah anak kandung dari M.Saleh yang memiliki tanah di Jalan Tegal Lega,Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Menurut anak kandung Maimunah,Marzuki, tanah tersebut sudah dikuasai PT.Pertamina sudah terbilang cukup lama, sejak tahun 1968 sudah dikuasai tanpa ada ganti rugi oleh PT.Pertamina.

Dikatakannya, pada tahun itu ( 1968 ) sepengetahuannya memang banyak warga yang menerima ganti rugi dari PT.Pertamina,namun entah bagaimana sampai orang tua kami tidak mendapatkan ganti rugi.

Pada saat itu pula, mengetahui tanah milik orang tua kami diserobot PT.Pertamina, “salah seorang adik kami mencoba membangun rumah diatas tanah tersebut, PT.Pertamina yang sedang membangun jalur sarana jalan menuju Komplek Perumahannya yang berada di Bukit Datuk mencoba mendatangi Adik kami untuk melarang pembangunan rumah diatas tanah milik kami sendiri.” Sebut Marzuki anak Ahli waris Maimunah.

“Kami tetap bersikeras, bahwa tanah tersebut adalah milik kami,hingga terjadi pertengkaran dengan para Aparat Pemerintah pada saat itu.Dengan menggunakan senjata laras panjang mencoba terus agar adik kami tidak membangun diatas tanah itu, namun akhirnya para Aparat Pemerintah itu berhenti melarang karena kami pumya alat bukti alas kepemilikan hak atas tanah tersebut.Dan akhirnya para Aparat itu tidak lagi berani melarang sambil berucap,” kami hanya menjalankan perintah,” kata Marzuki dengan raut wajah sedih.

Sampai sekarang tanah kami masih tetap dikuasai Pertamina, ” tanah kami terpotong oleh Pertamina,dipagar hingga batas bibir Jalan Bukit Datuk, sementata Jalan Bukit Datuk yang digunakan Pertamina sebahagian lagi menurut Sutat Keterangan Tanah atas nama M.Saleh masih milik kami,” sebut Marzuki.

Pihak PT.PERTAMINA ketika dikonfirmasi, Jumat (14/08/2020) yang lalu melalui Humasnya Didi Adrian mengatakan, ” mohon maaf kami belum bisa banyak berikan informasi,intinya sementara ini tim kami juga sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait.” Sebut Didi Adrian.       ( C2p )

 

 

Komentar