Sambut Tahun Baru 2022, 7 Desa 2 Kecamatan Kab.Toba Diterjang Banjir Bandang

Toba | metroinvestigasi.id – Menyambut malam pergantian Tahun Baru 2022 banjir bandang menerpa 8 Desa di Dua Kecamatan Kabupaten Toba

Asluruh warga ke 8 desa mengawali tahun baru 2022 dibuka dengan senyum pahit akibat duka dengan banjir bandang yang membanjiri desa mereka.

Akibatnya, tak ada tawa kegembiraan yang dirasakan warga korban banjir di malam pergantian tahun 2021 disaat bencana banjir  datang dengan tiba tiba.

Hujan deras turun bak dicurahkan dari langit di penghujung tahun 2021 (Jumat,31/12/2021) dari sore hingga malam jelang tahun baru 01 Januari 2022 disaat para warga ada sibuk dengan berbagai kesibukannya mempersiapkan penyambutan perayaan malam tahun baru 2022 dan ada yg tidur.namun akibat curah hujan yang berkepanjangan dengan curah hujan sangat deras bak di tumpahkan dari langit dari sore hari pukul 17.00 Wib hingga malam membuat debit air sungai Aek Mandosi yang melintasi 3 Kecamatan sangat tinggi dan menjebol tanggulnya dan merendam 7 desa di 2 Kecamatan (Kecamatan Bonatualunasi dan Kecamatan Porsea)
Didampingi Kapolsek Lumban Julu AKP Robinson Sembiring dan Kapolsek Porsea AKP Napsanto Setiarso SH, Kapolres Toba AKBP.Akala Fikta Jaya turun langsung memantau banjir yang berada di Desa 8 desa pada Kecamatan yang di terjang banjir bandang.

Desa yang menjadi korban banjir Bandang Jumat (31/12/2021) sekira pukul 22.30 Wib menyambut tahun baru 2022 di 2 (dua) Kecamatan Kabupaten Toba yaitu Kecamatan Bonatua Lunasi dan Kecamatan Porsea.

Diantaranya,di Kecamatan Bonatua Lunasi di Desa Silamosik II, Desa Lumban Sangkalan dan Desa Harungguan.

Untuk wilayah Kecamatan Porsea terdapat di Desa Silamosik I, Desa Simpang Siguragura, Desa Patane I dan Desa Patane II.

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya S.ik, MH melalui Kasubag Humas Polres Toba IPTU Bungaran Samosir saat dikonfirmasi, Sabtu (01/01/2022)  menuturkan, bahwa banjir bandang tersebut disebabkan karena hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Toba, Kamis (31/12) kemarin.

Setelah terjadi hujan deras yang berlangsung sekitar 5 (lima) jam sehingga mengakibatkan Banjir dengan Ketinggian air mencapai  50 – 150 cm.

Adapun desa yang terdampak Banjir ada di di 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Bonatua Lunasi dan Kecamatan Porsea, ungkap Bungaran Samosir

Desa yang terdampak Banjir untuk di Kecamatan Bonatua Lunasi ada di Desa Silamosik II, Desa Lumban Sangkalan, Desa Harungguan

Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Porsea terdapat di Desa Silamosik I, Desa Simpang Siguragura, Desa Patane I dan Desa Patane II.

IPTU Bungaran Samosir menjelaskan bahwa setelah mendapat informasi dari masyarakat, Kapolres Toba melalui  Kapolsek Lumban Julu bersama anggota  dan Kapolsek Porsea bersama anggota turun ketempat terjadinya banjir dan membantu masyarakat untuk mengatasi banjir yang menimpa Desa Silamosik.

Sementara itu, Kapolsek Lumban Julu AKP Robinson Sembiring mengatakan bahwa dapat kami sampaikan Penyebab banjir adalah di karenakan Turunnya hujan lebat sekitar 4-5 jam, sehingga mengakibatkan meluapnya air yang bermula di anak sungai di desa Lumban Sangkalan selanjutnya mengakibatkan meluapnya air ke Desa Harungguan, Desa Silamosik II Kecamatan Bonatua Lunasi selanjutnya meluap ke wilayah Kecamatan Porsea antara lain Desa Silamosik I, Desa Simpang Siguragura, Desa Patane I, Desa Patane II.ungkap Bungaran dalm siaran persnya.

Lanjutnya.Adapun akibat dari Banjir tersebut Beberapa rumah warga tergenang namun berapa jumlah rumah masyarakat yang tergenang banjir belum dapat diketahui.

Akibat luapan air banjir bandang salah satu rumah milik warga Renata br. Saragi yang terletak di Desa Harungguan terbawa arus banjir, Janlinsum Jalan Negara Lintas Sumatra) mulai dari Simpang Naga Timbul sampai dengan Patane I Siraituruk tergenang air banjir setinggi 50 – 70 cm (± 4 Km).

Akibatnya tejadi kemacetan arus lalulintas di sepanjang Janlinsum tersebut dditambah dengan terbawanya berbagai material akibat banjir baik berupa bebatuan, kayu, tanah, lumpur, dll ke ruad jalan dan lokadi perkampungan perumahan warga serta ratusan hektare sawah dan kolam ikan milim warga masyarakat di ke 8 desa hanyut tergenang banjir.

Sesuai pantauan Kepolisisan dan unitbterkait hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa yang diketahui akibat dari bencana Banjir tersebut, ungkap Kapolsek Lumban Julu AKP R Sembiring

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian dan BPBD Toba Pengaturan lalulintas oleh pihak Data lantas dan Dishub disepanjang jalan yang tergenang banjir, Melakukan koordinasi dengan Pemkab Toba guna melakukan evakuasi banjir dan Membantu mengevakuasi warga yang rumahnya tergenang banjir.

Pukul 22.30 WIB  curah hujan telah berhenti, luapan air mulai surut dan jumlah rumah serta jumlah  korban material yang di banjiri air belum dapat di hitung akibat cuaca gelap, lampu atau arus listrik dari PT. PLN masih di padamkan guna hindari bahaya arus listrik menunggu besok pagi.

Kapolres Toba Akala Fikta Jaya S.ik, MH yang disampaikan melalui Kasubag Humas Polres Toba IPTU Bungaran Samosir menuturkan bahwa pihaknya mengimbau kepada warga setempat untuk selalu waspada terhadap potensi timbulnya bencana banjir bandang. Selain itu, kepada warga masyarakat yang hendak melintas di jalan raya yang tergenang air tersebut, diharap untuk berhati-hati.

Diharap warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana di sekitar lokasi tempat tinggalnya.” tuturnya berpesan. ( m.mrp )

Komentar