Dairi | metroinvestigasi.id -Dalam rangka penutupan Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Yayasan Menara Agung Pengharapan Internasional menggelar pertemuan
Kamis (20/03/2025), di Ruang Rapat Bupati Dairi.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, serta perwakilan Yayasan Menara Agung yang dipimpin oleh Ibu Elvi Siahaan.
Wakil Bupati Dairi Wahyu Sagala menegaskan bahwa Tuberkulosis (TBC) masih menjadi permasalahan kesehatan global yang serius. Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Oleh karena itu, pemerintah pusat telah mencanangkan target eliminasi TBC pada tahun 2030, sejalan dengan strategi global “End TBC Strategy 2030”.
“Di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Dairi, kasus TBC masih menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2022, terdapat 891 kasus dengan cakupan pengobatan 78%, sementara pada tahun 2023 meningkat menjadi 1.120 kasus dengan cakupan mencapai 103%,” ujar Wakil Bupati Dairi Wahyu Sagala.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Menara Agung Pengharapan Internasional bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya penanggulangan TBC laten (ILTB) melalui pemberdayaan bidan desa. Program ini telah berjalan sejak November 2023 hingga Desember 2024 dan telah melatih tenaga kesehatan di Puskesmas serta bidan desa agar mampu meningkatkan cakupan ILTB dan keberhasilan pemberian TPT.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencapai target eliminasi TBC tahun 2030, Pemerintah Kabupaten Dairi juga telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis berdasarkan SK Bupati Dairi Nomor 1102/400.7/IX/2024. Tim ini diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala Puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan.
“Dengan adanya Tim Percepatan Penanggulangan TBC, kami berharap upaya pemberantasan TBC di Kabupaten Dairi semakin terkoordinasi dan efektif, sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Dairi yang bebas TBC pada tahun 2030,” tegas Wahyu Sagala.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dairi, Jhonny Hutasoit , Kepala Dinas Kesehatan, dr. Henry Manik; serta Kabag Kesra, Ripmo Padang BTH. ( Raja )










Komentar