oleh

Odjak Sihombing Melaporkan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli,MM ke Polres Nias

example banner

Gunungsitoli|metroinvestigasi.id- 
Odjak sihombing A,Md melaporkan Bupati Nias ke Polres Nias. Bekerja sebagai PNS di Kabupaten Nias selama 20 tahun yakni sejak tahun 1980. Tapi kini nasibnya terombang ambing, pasalnya odjak sihombing di non aktifkan oleh atasannya.

Segala upaya ia lakukan untuk memperjuangkan nasib nya mencari keadilan,akhirnya Ia melaporkan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM ke Polres Nias sejak (19/07/2019) yang lalu.

Sampai hingga kini, laporannya masih dalam Penyelidikan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli,MM ke Polres Nias, namun hingga kini laporan tersebut masih dalam penyelidikan.

Anehnya kata sihombing, “pada tahun 2000 gajinya ditangguhkan tanpa batas waktu, tanpa penjelasan, tanpa peringatan atau teguran lebih dulu,” keluhnya.

Meski ia telah berjuang bertahun-tahun dengan berbagai cara, untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Pemerintah Kabupaten Nias terkesan mengabaikan hal itu.

Kemudian Odjak Sihombing melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli hingga berlanjut ke Mahkamah Agung (MA) di Jakarta, Perjuangan yang penuh dinamika dan sangat melelahkan itu, Akhirnya menuai hasil, melalui keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.1001 K/Pdt/2003 tanhgal 28/2/2005.

Namun lagi-lagi keputusan MA itu tidak sepenuhnya dilaksanakan Bupati Nias, hanya sebagian kecil saja yaitu Gaji atau kerugian hingga didaftarkan ke PN Gunungsitoli selama 1 (satu) tahun.

Sedangkan gaji selanjutnya & hak-hak lainnya sesuai putusan belum juga terealisasi dan dilaksanakan, mengingat sebelumnya, Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM sudah berjanji kepada Pengadilan Negeri maupun Ombudsman, akan segera melaksanakan putusan tersebut namum hingga saat ini belum juga.

Bupati Nias tidak punya itikat baik. Oleh
Karena dinilai Bupati tidak punya itikad baik, maka Bupati Nias dilaporkan ke Polres Nias dan hingga sampai detik ini hasil dan penyidikan Polres Nias belum ada, namun hingga berita ini ditayangkan, sudah lebih dari setahun status laporan masih dalam penyelidikan.

Bripka Y. Zega yang menangani pengaduan, saat ditanya oleh Ojak Sihombing via SMS (short message service) tanggal (22/9/2020), menyatakan menunggu surat dari BKN (badan kepegawaian negara).

Ditanya kenapa tidak jadi ke BKN ?(padahal tempo hari bapak bilang akan ke BKN ) tidak dijawab.

Ditanya Odjak Sihombing lebih lanjut, apakah tidak cukup putusan Pengadilan saja,? juga tidak dijawab Ojak Sihombing yang dihubungi kembali lewat WA (whats app), Selasa (3/10).

Ditempat terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli, Taufiq Noor Hayat melalui anggotanya Arif Lase yang dihubungi di kantornya pada hari yang sama, mengatakan, ” Putusan MA sudah berkekuatan hukum tetap, tak perlu lagi menunggu surat BKN, karena sebagian juga putusan MA sudah dilaksanakan,” ujarnya.

“Rasanya, sulit orang kecil mendapatkan keadilan di negeri sendiri,” gumam Odjak Sihombing sambil mengeluh.

Sementara ia hidup sendiri dengan usia yang semakin lama semankin senja. Odjak Sihombing berharap keseriusan pihak Polres Nias yang kini dipimpin Kapolres yang baru Bapak AKBP Wawan Irawan dapat menangani Pengaduan yang sudah mengendap setahun lebih di Polres Nias.

Ia sangat berharap kiranya pihak Polres Nias segera menindaklanjuti masalah ini, demi tegaknya supermasi Hukum dan tidak terkesan bahwa Penegakan Hukum itu Tumpul keatas, tajam kebawah.” Ungkap odjak kepada Media. @ (Masry)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed