Jawa Timur | metroinvestigasi.id–
Pemerintah pusat menunjukkan keseriusan penuh dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif di daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turun langsung ke Surabaya untuk meninjau pelaksanaan program di SMAN 15 Surabaya, Selasa (27/1/2026) sebagai bagian dari pengawasan implementasi kebijakan strategis nasional di sektor pangan dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Kiswanto. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan bahwa pelaksanaan MBG dikawal secara terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kunjungan lapangan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah verifikasi langsung untuk memastikan program berjalan sesuai standar. Menko Pangan memantau aspek mutu bahan pangan, proses distribusi, pengelolaan di sekolah, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat. Pendekatan ini mencerminkan pola evidence-based governance, di mana kebijakan publik diuji langsung dalam praktik di lapangan.
Program Makan Bergizi Gratis memiliki pijakan ilmiah yang kuat. Berbagai kajian gizi dan pendidikan menunjukkan bahwa kecukupan nutrisi berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar, fungsi kognitif, daya tahan fisik, serta stabilitas emosi siswa. Dengan demikian, MBG diposisikan bukan hanya sebagai program bantuan konsumsi, tetapi intervensi negara untuk meningkatkan kualitas generasi muda sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan konsisten, berkualitas, dan berkelanjutan. Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menekankan pentingnya dukungan sistemik pemerintah daerah agar program nasional dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke satuan pendidikan.
Sekolah dipilih sebagai titik strategis karena memiliki sistem terstruktur, data penerima yang jelas, serta mekanisme pengawasan yang lebih terkontrol. Dengan pengawasan langsung dari Menko Pangan, pemerintah ingin memastikan tidak ada celah dalam pelaksanaan program yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi bangsa.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas belajar siswa, MBG juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari produsen daerah. Artinya, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan gizi pelajar, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi sektor pangan.
Peninjauan di Surabaya mengirim pesan kuat bahwa pemerintah menempatkan MBG sebagai investasi jangka panjang bangsa. Kebijakan besar diuji di lapangan, dan kehadiran langsung Menko Pangan bersama pimpinan daerah menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan program strategis ini berjalan presisi, bermutu, dan tepat sasaran. (La baru.p.jatim)
















Komentar