Melirik Wisata Sumut, Menarik Minat Mancanegara

Gunung Sibayak

Gunung yang teletak di Kab. Karo ini merupakan gunung yang masih aktif. Gunung Sibayak adalah salah satu spot terbaik untuk melihat kota Medan dari ketinggian. Selain itu tempat ini juga sering digunakan untuk melihat matahari terbit. Anda cukup membayar retribusi sebesar Rp 4 ribu untuk mendaki gunung ini.

Sumatera Utara adalah salah satu destinasi wisata unggul di Indonesia. Di provinsi ini, kamu bisa menemukan satu kawasan yang menawarkan pesona alam, yakni Berastagi. Kota yang diapit oleh Gunung Sinabung dan Gunung Sibanyak tersebut dikenal memiliki suasana sejuk dengan pemandangan alam yang indah.

Gunung Sinabung sendiri tentu sudah tak asing lagi di telingamu, bukan? Namun, tak banyak orang yang mengetahui keberadaan Gunung Sibayak. Padahal, Gunung Sibayak menyimpan beragam pesona yang tak boleh dilewatkan. Beberapa orang pun menganggap Gunung Sibayak amat mudah untuk didaki. Jadi, tak perlu khawatir akan kesulitan untuk melihat pesonanya.

Gunung yang memiliki ketinggian 2.094  ini berada di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo. Sementara itu, bentangan Gunung Sibayak juga masuk ke bagian Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

Dari pusat Kota Medan, kamu perlu menempuh jarak sekitar 60 kilometer untuk sampai di kawasan Gunung Sibayak. Pertama, kamu bisa menuju Berastagi melalui Jalan Jamin Ginting ataupun Jalan Raya Sidikalang – Medan. Sesampainya di pusat Kota Berastagi, kamu perlu menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer lagi untuk sampai di kawasan Gunung Sibayak. Setibanya di Kota Berastagi, tersedia tiga pilihan jalur menuju pintu masuk pendakian Gunung Sibayak. Tiga jalur tersebut adalah:

 Desa Semangat Gunung atau Desa Raja Berneh berada sekitar 15 kilometer dari Kota Berastagi atau 7 kilometer dari Jalan Raya Medan – Berastagi. Jalur ini memiliki kondisi jalan yang rapi, sehingga bisa dilalui mobil. Karenanya, jalur desa ini kerap dipilih oleh banyak pendaki khususnya para pemula.

Sesampainya di desa, kamu akan menemukan pos registrasi via Desa Semangat Gunung. Sebelum memulai pendakian, kamu perlu membayar retribusi sebesar Rp4.000 per orang. Selanjutnya, kamu bisa menuju Pintu Rimba yang dapat ditempuh sekitar 20 menit naik motor dari pos registrasi. Di sana, tersedia penitipan motor dengan biaya Rp10.000 per motor dan penyewaan tenda.

Desa Jarang Uda berjarak 3 kilometer dari Kota Berastagi. Desa ini terdapat di Kecamatan Simpang Empat, dekat Pasar Buah Berastagi. Jalur ini memiliki trek lebih panjang dibanding jalur Desa Semangat Gunung. Biasanya, pendakian via Desa Jarang Uda akan memakan waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan.

Meski cukup panjang, kondisi jalur ini telah rapi dengan aspal hingga jarak 1 kilometer dari sebelum puncak. Panorama yang ditawarkan pun tak kalah indah, kamu bisa melihat hutan tropis yang dipenuhi pepohonan tinggi. Uniknya, jalur satu ini lebih populer di kalangan turis asing.

Danau Lau Kawar

Danau Lau Kawar terletak di kaki Gunung Sinabung, Kab. Karo, Sumatera Utara. Dengan airnya yg bercorak biru, danau Lau Kawar mempunyai luas kurang lebih 200 hektar, lebih kecil dari danau Toba.

Meskipun lebih kecil dari Danau Toba, Lau Kawar mempunyai suasana yg asri dengan banyak pepohonan hijau di kaki gunung yang membuatnya tak kalah menawan dari danau Toba.

Di tepi danau Lau Kawar tidak jarang terdapat kelompok yang berkemah, beristirahat ketika mendaki Gunung Sinabung. selain itu kita juga bisa menyaksikan beberapa orang memancing di tengah danau dengan memanfaatkan perahu kecil.

Sumatera Utara terkenal dengan Danau Toba. Tapi selain itu, ada pula Danau Lau Kawar yang tak kalah cantik. Namun, ada kisah mistis di balik keindahannya. Danau Lau Kawar ada di kaki Gunung Sinabung, sekitar 30 km dari Kota Medan. Tepatnya, di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Danau ini menampilkan keindahan yang memanjakan mata, namun pasca letusan Gunung Sinabung turisnya memang tidak seramai dulu.

Dari informasi   sepanjang perjalanan menuju danau traveler akan menikmati keindahan kawasan Gunung Sinabung. Sesampainya di tujuan, terlihatlah Danau Lau Kawar dengan air berwarna kehijauan. Suasana yang sejuk begitu terasa. Sekadar duduk di tepian danau sambil menikmati pemandangan perbukitan hijau dan Gunung Sinabung pun cukup menyenangkan. Apalagi danaunya bersih dari sampah.

Cagar Alam Sibolangit

Sebuah kawasan yang memiliki luas sekitar 24 hektar yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang ini memiliki bentuk tanah yang berbukit dan berada di ketinggian 500 meter dari permukaan laut.

Cagar Alam Sibolangit menyajikan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sejuk. Selain wisata alam, Cagar Alam Sibolangit merupakan lokasi favorit untuk kegiatan perkemahan pramuka.

Sibolangit merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Karo. Jarak Sibolangit dari kota Medan sekitar 75 km, dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam.

Daerah Sibolangit memiliki topografi alam yang berbukit-bukit, yang memiliki pemandangan alam yang cukup indah dan berhawa sejuk.

Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam warga kota Medan yang favorit,diantaranya  Pemandian Sembahe, Cagar Alam Sibolangit, Bumi Perkemahan Sibolangit, Hillpark Greenhill, Taman Dewi, dan Air Terjun Dua Warna Sibolangit.

Sesuai namanya, Pemandian Sembahe terdapat di desa Sembahe. Hillpark Greenhill, yang diklaim sebagai Themepark terbesar di Sumatera, terletak di desa Sukamakmur. Bumi Perkemahan Sibolangit dan Taman Dewi terletak di desa Bandar Baru. Sementara Air Terjun Dua Warna yang dikenal juga dengan nama Telaga Biru Sibolangit terdapat di desa Durin Sirugun, di hulu Sungai Sinembah 1, kaki Gunung Sibayak.

Sibolangit, tepatnya di Bumi Perkemahan Sibolangit, pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional Gerakan Pramuka Indonesia yang berlangsung dari tanggal 1 – 20 Juli 1977.  Hotel dan resor berbintang 3 yang terkenal di Sibolangit adalah The Hill Hotel & Resort Sibolangit yang beralamat di Jl. Letjen Jamin Ginting Km. 45,3 Desa Sukamakmur, Sibolangit, Deli Serdang.

 Air Terjun Sikulikap

Dataran Tinggi Karo Sumatera Utara sangat terkenal dengan obyek wisatanya sejak zaman dulu. Ada banyak obyek wisata di Kabupaten Karo seperti Gundaling (Berastagi), Air Terjun Si Piso-Piso, Tongging, Danau Kawar dan lain sebagainya.  Selain itu, Tanah karo masih menyimpan lokasi wisata yang cukup menarik adalah air terjun Sikulikap.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sikulikap, kita harus menempuh perjalanan dari gapura Air Terjun Sikulikap di sebelah kiri jalan dekat Gerbang Selamat Datang, di Kabupaten Karo.

Turun lewat anak tangga tak jauh dari gapura tersebut, butuh waktu sekitar 20 menit. Setelah melewati hutan, barulah sampai di Air Terjun Sikulikap. Air terjun dengan ketinggian 30 meter ini memiliki banyak tebing di sekeilingnya. Banyak yang menggunakan tebing-tebing tersebut untuk olahraga panjat tebing.

Lokasi Air Terjun Sikulikap berada di sebelah bawah lokasi Penatapen, Desa Doulu, Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Deli serdang. Air terjun ini sesungguhnya sangat eksotik, tetapi oleh Dinas Pariwisata Karo belum menjadi prioritas, sehingga sampai sekarang keberadaannya sangat memprihatinkan.

Pintu masuk menuju air terjun Sikulikap berada persis di sebelah bangunan gapura perbatasan antara Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di pinggir jalan raya Medan – Berastagi. Untuk menuju lokasi air terjun Sikulikap anda harus berjalan menyusuri anak tangga yang berjarak lebih kurang 1 (satu) kilometer dari pintu masuk dan memakan waktu lebih kurang 15 menit dengan berjalan kaki dan binatang lainnya. Air Terjun Sikulikap memiliki ketinggian terjunan berkisar 30m dan di kelilingi batu cadas, menambah cirri khas ke eksotisan alam Sikulikap.

Muara Tapanuli Utara

Salah satu kota kecil dekat Danau Toba bernama Muara. Ini adalah satu kecamatan di Tapanuli Utara. Indahnya Danau Toba dapat tampak jelas dari sini. Berbeda dengan kota atau daerah lain yang dipakai untuk melihat keindahan Toba.

Dari Muara kita bisa menikmati indahnya Danau Toba lewat berbagai sudut. Antara lain tepi pantai dengan perahu kecil, atas bukit, bahkan naik sedikit lewat jalan raya, Danau Toba pun telah memancarkan keindahan. Perjalanan menuju Muara, merupakan perjalanan yang sangat indah pemandangannya serta udaranya yang sangat sejuk. Perajalanan ke sana pada waktu kita tidak terburu-buru, paling enak yaitu perjalanan yang santai.   Kita bisa dengan pesawat udara maupun kapal laut menuju Ibukota Provinsi Sumatera Utara, setelah kita sampai di Medan yang berangkat dari Jakarta dengan Pesawat Terbang, yang naiknya dengan kapal laut kita mendarat di Pelabuhan Belawan.

Dari dua alat transportasi yang menuju ke Provinsi Sumatera Utara bisa dilanjuti dengan angkutan darat menuju Muara kab. Tapanuli utara dan bisa juga dengan pesawat terbang kecil dari Medan yaitu pesawat maskapai Susi Air yang mendarat di Lapangan Udara Silangit. Melalui dengan angkutan darat dari Medan bisa dengan angkutan bis yang khussus ke Muara yaitu Muara Nauli yang di miliki dari putra Muara.

Dari tikungan delapan kita bisa melihat pemandangan hamparan tanaman padi kalu pas waktu panen, kita bisa melihat pemandangan tersebut berwarna kuning yutkan perjalanan kita. Kita melewati Kampung/Desa/Huta Marga Aritonang serta simpang Marga Simatupang namanya Desa/Kampung/Huta Simatupang sebelum melewati Desa/Kampung/Huta Simatupang ada Tugu Persatuan Marga Togatorop. Sesudah kita melewati Kampung/Desa/Huta Simatupang beberapa kilo lagi kita sampai ke Muara, sampai di Muara kita bisa menginap di Hotel bertaraf Bintang Tiga yang juga di miliki dari putra daerah Muara tersebut, lokasi hotel   berada di tepi pantainya.Kita bisa beraktifitas berenang dan berspeed bot.

 Pulau Nias

Di Pulau ini terkenal akan kegiatan lompat batu dan selancarnya. Pulau Nias memiliki keindahan alam yang memikat hati wisatawan.

Selain beberapa kegiatan yang sudah dibahas di atas, kita juga dapat kunjungi Museum Pusaka Nias, yang mempunyai koleksi benda-benda budaya masyarakat Nias sebanyak 6.500 buah.

Berkunjung ke Nias dengan menggunakan Wings Air dan Merpati tidaklah terlalu mahal. Menurut Sion, harga tiket Wings Air bervariasi mulai dari Rp 385.000 (paling murah) hingga Rp 737.000 (paling mahal).

Adapun harga tiket Merpati adalah mulai dari Rp 302.000 (paling murah) hingga Rp 781.000 (paling mahal). Perbedaan harga tiket ini adalah suatu kebijakan maskapai agar tidak mengalami kerugian. “Biasanya, dalam satu penerbangan disediakan beberapa tiket dengan harga promosi. Makanya, ketika tiket khusus tersebut habis, penumpang mengira harga tiketnya dinaikkan. Padahal, sebenarnya tidak.

Setidaknya ada sekitar 9 skala disparitas harga tiket tersebut. Hal ini ditempuh oleh maskapai penerbangan agar tidak mengalami kerugian,” ujar seorang pegawai travel kepada NBC di Bandara Polonia beberapa waktu lalu. Yang menarik lagi, calon pengunjung dari mana saja bisa membeli tiket terusan menuju Nias.Di setiap gerai penjualan tiket Lion Air melayani pembeli tiket terusan yang menuju Nias. Misalnya, dari Jakarta, seseorang yang mau ke Nias bisa langsung membeli tiket ke Nias, meskipun tetap akan transit ke Polonia lebih dahulu. So, tunggu apa lagi. Bila tempat pariwisata lain sudah pernah dikunjungi, Nias saatnya terbuka lebar untuk Anda jejaki. Orang Nias akan menunggu kedatangan Anda dengan sapaan khasnya.(Red)

Komentar