Tapsel | metroinvetigasi.id-
Organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang tergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Kampak) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) akan menggelar aksi Demo besar-besaran di Kantor Bupati, Kejasaksaan dan Kantor Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Sikap ini disampaikan Ketua Umum Kampak Sultoni Siregar saat ditemui Media, Rabu (02/09). ditempat kediamannya. Kita akan mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut dan melakukan cross chek kelokasi pekerjaan.
“sejauh ini isu terkait fee proyek terus menjadi sorotan beberapa pihak rekan-rekan Lembaga dan Media. Sebagai lembaga Organisasi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi, tentu ini sebuah pertanyaan yang harus kita sampaikan kepada pihak Dinas terkait apa yang sebenarnya fee tersebut dan kalau memang ada, tujuan fee tersebut untuk siapa serta dikemanakan,”ujar Sultoni.
Dalam waktu dekat ini kita Organisasi Kampak akan menggelar aksi unjuk rasa dibeberapa titik menyampaikan tuntutan Harga Satuan yang tinggi dari Dinas lainnya termasuk pekerjaan fisik yang kami juga duga tidak sesuai dengan pekerjaan dilokasi proyek, sesuai dengan beberapa laporan yang disampaikan oleh rekan setim.
“Oleh karena itu kami berharap kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel , Muhammad Taufik Batubara serta Stafnya untuk memberikan penjelasan nantinya.”Ucapnya.
Dilokasi yang sama, Rizki menambahkan bahwasanya Pemerintah khusus Kabupaten Tapsel, sudah mengajari pihak rekanan kontraktor untuk melakukan manipulasi pekerjaan fisik.
“secara tidak langsung pihak rekanan dipaksa untuk melakukan kecurangan, pasalnya, sebelum proyek dikerjakan pihak rekanan sudah dibebani dengan fee 17 % hingga 21%, belum lagi ditambah PPH dan PPN 13,75%, berarti hanya sekitaran 65 % untuk pekerjaan fisik dilapangan. Dari hasil survey Tim Kampak, pekerjaan fisik dilapangan hanya berkisaran 40-45% dikerjakan,” sebut Rizki.
“bagaimana mungkin pekerjaan fisik dilapangan bisa maksimal mungkin kalau diawalnya saja sudah dibebani oleh pihak-pihak yang diduga untuk memperkaya diri, sementara itu ketika rekanan terperiksa, pihak tersebut menyalahkan rekanan karena pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya.(RAB)” terangnya. (Haris).
Keterangan gambar: Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel (f.Haris/ Metroinvetigasi)
















Komentar