LAMR Meranti Buka Balai Adat untuk Pendidikan dan Pelestarian Sejarah

 

 

Meranti | metroinvestigasi.id- Kepedulian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap dunia pendidikan dan pelestarian sejarah terus ditunjukkan. Balai Adat LAMR Meranti dibuka sebagai ruang belajar bagi siswa SMAN 2 Selatpanjang dalam latihan Bulan Bahasa menyambut Hari Sumpah Pemuda, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Humas LAMR Kepulauan Meranti Datuk Ucok Alexander yang turut memberikan materi tentang adat dan kebudayaan Melayu kepada para siswa.

Seperti terlihat dalam foto, delapan siswa bersama Datuk Ucok Alexander berlatih di dalam Balai Adat yang kental dengan ornamen Melayu, pelaminan berukir emas serta tirai kuning, merah dan hijau sebagai warna kebesaran Melayu.

Para siswa mengenakan pakaian Melayu lengkap, mencerminkan upaya menjaga jati diri budaya.

Datuk Ucok Alexander mengatakan, LAMR Meranti sengaja membuka Balai Adat untuk kegiatan pendidikan agar generasi muda tidak terputus dari akar budaya dan sejarahnya.

“Balai Adat ini bukan hanya tempat seremonial adat. Kami ingin balai ini hidup sebagai ruang edukasi. Ketika anak-anak sekolah mau belajar bahasa, sastra, dan sejarah di sini, kami sangat mendukung,” ujar Datuk Ucok.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan bahasa persatuan.

“Sumpah Pemuda adalah sejarah persatuan bangsa. Nilai itu sejalan dengan nilai adat Melayu yang menjunjung persatuan, kesantunan, dan bahasa. Karena itu kami sambut baik adik-adik dari SMA Negeri 2 yang latihan di sini,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pendampingan tersebut dirinya juga memberikan pemahaman tentang makna ornamen dan nilai adat Melayu.

“Kami sampaikan kepada siswa tentang makna warna kebesaran Melayu, makna pelaminan, dan filosofi adat. Jangan sampai generasi kita pintar secara akademik, tetapi lupa adat dan sejarahnya sendiri. Di Balai Adat ini mereka bisa belajar langsung, itu bagian dari pendidikan karakter,” ucapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan seluruh siswa menyampaikan apresiasi atas dukungan LAMR Meranti.

“Kami berterima kasih kepada LAMR Kepulauan Meranti, khususnya Datuk Ucok Alexander yang telah memfasilitasi tempat dan memberikan materi. Anak-anak jadi lebih semangat berlatih karena suasananya sangat mendukung dan penuh nilai sejarah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara lembaga adat dan sekolah ini, diharapkan Bulan Bahasa tidak hanya menjadi ajang kebahasaan, tetapi juga gerakan pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti.(mp)

Sumber: Humas LAMR Kepulauan Meranti

Komentar