Meranti | metroinvestigasi.id- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos.,M.Si., di lokasi pelaksanaan helat Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Tepian Selat Melaka, Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Datuk Seri Afrizal Cik, pihaknya menyambut baik dan berterima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di Kepulauan Meranti.
“Atas nama LAMR dan masyarakat adat Melayu Kepulauan Meranti, kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di daerah kami. Kegiatan ini bukan sekedar memberi bantuan berbagai kebutuhan kelompok masyarakat dengan beragam profesi, pelayanan kesehatan, dan pembinaan keamanan. Tapi lebih daripada itu, Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di sini sarat bernuansa adat Melayu dan melestarikan kearifan lokal. Hal ini sangat membesarkan hati kami”, ucap Datuk Seri Afrizal Cik.
“Kegiatan ini sarat bernuansa adat Melayu. Mulai dari berseragam mengunakan tanjak, tata cara penyambutan tamu kehormatan dengan tabuhan gendang, sambutan pencak silat, dan makan bejamu”, lanjut Datuk Seri Afrizal Cik.
Menurut Datuk Seri Afrizal Cik, makan bejamu adalah tata cara makan bersama dalam tata adat jamuan makan orang Melayu, dengan menikmati hidangan yang disiapkan dalam dulang. Menikmati makan bejamu mengkiaskan kebersamaan dalam ikatan tali silaturahim, memupuk kebersamaan dan toleransi, serta bentuk nyata menjaga adat dan budaya.
Dari pemantauan awak media di lokasi acara, pada saat makan bejamu, semua yang hadir terlihat makan bersama dengan serentak. Terlihat juga pembicaraan kecil dan sedikit canda. Nuansa kekeluargaan dan kebersamaan terlihat jelas saat makan bejamu ini berlangsung.
Dalam acara ini juga dilakukan penanam mangrove secara bersama di tepian garis pantai terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Penanaman mangrove ini ini adalah upaya penyelamatan pantai utara pulau Rangsang yang telah runtuh dan hancur. Lebih seribu bibit mangrove ditanam seiring berlangsungnya acara.
Datuk Seri Afrizal Cik, menyebutkan kegiatan ini juga menandakan bahwa negara hadir di kawasan perbatasan.
Hadir dalam helat yang meriah dan penuh keakraban ini, Kapolda Riau yang diwakili oleh Kabid TIK Kombes Pol Andi Yul Tanri Guling, S.IK., M.H., Kabid Dokkes Polda Riau, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M, M.M., Ketua DPRD, H. Khalid Ali, Kapolres AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.IK., Ketua DPH LAMR, Datuk Seri Afrizal Cik, Sekdakab Sudandiri Jauzah, Kepala Kajari, Pabung 0303/Bks Mayor Rusli, Danramil 02 TT, Danposal, Kepala Balai Jalan PUPR Provinsi Riau, Kepala OPD, sejumlah camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Masyarakat Peduli Api, mahasiswa, pelajar, dan warga setempat.(mp)










Komentar