Tapsel | metroinvestigasi.id-Berawal kejadian pada bulan Februari 2018 lalu, masih duduk di kelas 3 SMA, dimana NP ketepatan sedang libur sekolah, yang tiba-tiba mendapat telepon dari EN, untuk datang ketempat kediamanya.
NP yang mengetahui EN merupakan atasan ayahnya langsung mendatangi kediaman rumah dinas EN, yang ada dilokasi PT BAS. Sekira pukul 10.00 wib, NP yang tiba di rumah Dinas EN, menyuguhkan minuman, berselang beberapa menit, EN menarik NP memasuki Kamar.
“Entah kenapa saat itu saya terasa hilang akal, saat itu dia melucuti seluruh pakaianku dan tidak melakukan perlawanan, kemudian saya tidak mengetahui apa yang terjadi”, ungkap NP kepada metroinvestigasi.id saat dihubungi Via WA, Senin (27/11/23).
Kemudian EN berpesan “Jangan beritahu ke orang tuamu dan jaga nama baik keluargamu, mendengar kalimat tersebut membuat saya takut melapor ke orang tua, dan kejadian tersebut akhirnya sering diulangi berkali- kali sampai tahun 2023 yang terakhir kali dilakukan pada tanggal 30 September 2023″, ucap NP.
Kasus ini kemudian dilaporkan pihak keluarga NP Ke Polres Tapanuli Selatan, yang didampingi oleh perlindungan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum Konsultan Kontributor Dan Wartawan (LBHK-W) cabang Labuhanbatu Selatan.
Yang sebelumnya melayangkan surat mohon perlindungan hukum, dengan bunyi “Saya merasa telah diperlakukan EN sebagai budak seks membuat saya sadar telah jika masa depan saya telah hancur dan akhirnya saya sakit dan berobat, serta pengakuan saya yang telah dirusak oleh asisten EN, kepada keluarga.
Harapan NP, pihak Kepolisian Resort Polres Tapsel, agar segera menahan EN, yang menurutnya tidak bertanggung jawab, ” saya berharap kepolisian Polres Tapsel menindak lanjuti laporan kami dan menahan EN yang telah merusak masadepanku,” Tutur NP.
Sementara itu Kanit Unit PPA Polres Tapsel Brigadir Sri Ayumi Matondang yang ditemui metroinvestigasi.id di Kantornya, membenarkan adanya laporan tersebut, namun belum bisa memberikan keterangan, sebelum ada perintah Kasat Reskrim, diwaktu bersamaan AKP Rudy Saputra yang dihubungi via WA mengatakan” akan mencek dulu kebagian penyidik.( Ahmad hakim.lbs ).










Komentar