Ketua DPD AKRINDO Kepulauan Nias Angkat Bicara Terkait Pemukulan Oknum Wartawan

 

Gunungsitoli | metroinvestigasi.id – Terkait Pemukulan oknum Wartawan di Pelabuhan laut Gunungsitoli yang viral di media sosial membuat Berang Ketua DPD AKRINDO Kepulauan Nias Edison Saromaha S.Pd ketika memberikan tangapan terkait Pemukulan oknum wartawan yang sedang menjalankan tugas Peliputan, Jum’at (18/03/2022).

Kejadian pemukulan pada oknum wartawan saat melakukan peliputan di pelabuhan laut Gunungsitoli pada hari Sabtu, 12 Maret 2022 pukul 22 50.00 WIB, hal tersebut awalnya terjadi ketika wartawan menanyakan kepada Kordinator Bagasi apa dasar pengutipan uang pada penumpang kapal, karena tidak bisa diberi penjelasan apa dasar hukumnya pengutipan uang tersebut maka mereka berusaha menemui kapten untuk mendapatkan penjelasan yang akurat dan logis.

Setelah berdialog dengan kapten kapal KMP Wira Glory Kapten Nuh diajak ber foto Bersama dengan rekan Wartawan dengan senang hati tanpa ada masalah, sehubungan kapal mau berangkat maka para wartawan mohon pamit pada kapten Nuh.

Kemudian Ketika para oknum wartawan hendak mau pulang salah seorang ABK kapal memanggil untuk menunggu sebentar karna pihak kapal KMP Wira Glory akan menemui para oknum wartawan untuk memberi penjelasan yang kongkrit terkait pengutipan di dalam kapal, hingga oknum wartawan pun menunggu dengan asumsi bahwa ada penjelasan tentang pungutan yang dilakukan oleh ABK di dalam kapal.

Ternyata beberapa menit kemudian datang sekelompok preman dan melakukan pemukulan kepada oknum wartawan dan melontarkan kata-kata hinaan, akibat kejadian tersebut salah seorang wartawan mengalami luka hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan HP korban terpental kelantai hampir rusak.

Berdasarkan kejadian tersebut sebagai ketua DPD AKRINDO kepulauan Nias ( Edison Sarumaha, S. Pd mengutuk keras tindakan premanisme yang melakukan pemukulan kepada seorang wartawan yang sedang melakukan tugas di lapangan, dan disinyalir ada oknum aparat yang mengerahkan para preman tersebut untuk melakukan penganiayaan pada wartawan dan kalau hal ini benar maka diserukan kepada pimpinan aparat tersebut untuk memberikan tindakan tegas kepada yang bersangkutan, terang Edison Sarumaha S.Pd.

Sangat di sesalkan tindakan Kapolpos Pelabuhan Laur Gunungsitoli dan anak buahnya yang saat itu berada dilokasi kejadian, namun ada upaya untuk meleray dan terkesan terjadi pembiaran hingga para premen dengan leluasa mehantan oknum wartawan sampai babak belur hingga harus di larikan ke Rumah sakit, terang Edison kepada awak media.

Ediso Saromaha S.Pd menetangkan pemukulan kepada wartawan tanpa tindakan terhadap para preman yang melakukan pemukulan pada wartawan, oleh karenanya di harapkan kepada bapak Kapolres Nias untuk mengevaluasi kinerja bawahan yang bertugas dengan tidak tanggap terhadap situasi dan kondisi, karena keberadaan pos polisi disana untuk memastikan situasi aman dan kondusif serta memberikan perlindungan dan mengayomi masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Korban yang telah melapor di Polres Nias para preman yang telah melakukan penganiayaan diharapkan agar segera diproses dan pelaku ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku ucapnya mengakhiri. @( MS)

Komentar