Gerakan Mahasiswa Paluta Minta Kejatisu Usut Tuntas Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Kecamatan Dolok Sigompulon

 

Medan | metroinvestigasi.id– Gerakan Mahasiswa Paluta melalui Aktivis Penegak Keadilan Sumatra Utara melakukan aksi demontrasi di depan Kejaksan Tinggi Sumatra Utara,Jumat (31/05/2024) menuntut agar Kejatisu usut tuntas Kasus jual beli jabatan perangkat desa yang diduga melibatkan Camat Dolok Sigompulon,

Adanya pengakuan dari beberapa Desa diantaranya Kades Gadung Holbung Burhan Ritonga terekam jelas dalam hp perangkat desa yang mengkonfirmasi terkait pemberhentian dirinya. Pada saat percakapan tersebut Kepala Desa menjelaskan bahwa pergantian perangkat desa sudah berkoordinasi kepada Camat dan mereka juga menyerahkan sejumlah uang yang bersumber dari perangkat desa yang baru.

Dalam peristiwa tersebut ada lima desa yang melanggar ketentuan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, kuat Dugan tindakan kesewenangan Para Kepala Desa ini mendapatkan dukungan dari Camat Dolok Sigompulon, Pergantian BPD dan Perangkat Desa di beberapa Desa di Kecamatan Dolok Sigompulon ini.

Merupakan kebobrokan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara dalam pengawasan sehingga maraknya terjadi jual beli jabatan perangkat desa.

Menyikapi fenomena ini Mahasiswa Paluta melalui Aktivis Penegak Keadilan menyuarakan agar Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara tegas dalam menindak Oknum Kecamatan dan Kepala Desa yang terlibat dalam jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Dolok Sigompulon.

Sama seperti isi tuntutan dalam orasinya di depan Kejatisu Mahasiswa Aktivis Penegak Keadilan meminta Kejatisu untuk Usut tuntas Kasus tersebut.(BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *