Dua Orang Sopir Truk Milik Rekanan PTPN 3 Bangun Kehilangan Pekerjaan

Simalungun |metro investigasi.com – Dua orang sopir truk rekanan PTPN 3 Kebun Bangun, akhirnya kehilangan pekerjaan dari lingkungan perusahaan perkebunan pelat merah di Jl.Asahan Km. 13, Nagori Bangun Kec. Gunung Malela Kab. Simalungun Sumatera Utara. Hal ini diceritakan kepada Metro Investigasi pada,Sabtu (1/6/2019).

Sudah sebulan lebih YA dan SC menjadi pengangguran pasca keduanya di berhentikan sebagai sopir truk milik Aseng, salah satu rekanan PTPN 3 Kebun Bangun.

Menurut mereka, pemberhentian kerja dari biasanya sangat tidak beralasan. “kami di berhentikan atas laporan kecurangan yang kami lakukan dalam pekerjaan. kami menduga, laporan ini berasal dari oknum karyawan transportasi yang saat itu dekat dengan menegar.  menurut informasi yang kami dapat, ada seseorang yang akan pensiun. Informasinya, dia akan menggantikan kami saat sudah MBT (masa berakhir tugas). atas dasar itulah kami mungkin di berhentikan.” ungkap SC.

YA dan SC bukanlah karyawan di lingkungan kerja PTPN 3 Kebun Bangun, namun mereka sudah cukup lama mengabdi menjadi sopir truk milik Aseng, yang bertugas mengirim lateks / karet cair dari TPH (tempat pemungutan hasil) ke pabrik pengolahan di Bandar Betsi. Sampai akhirnya mereka berdua di berhentikan dari pekerjaannya dengan alasan truk angkutan yang mereka pakai untuk bekerja akan diganti dengan truk yang baru.

Setelah menunggu sebulan lebih, ternyata hingga kini truk baru yang mereka kemudikan tidak kunjung tiba. Resah dan gelisah akhirnya melanda keduanya, karena hingga kini mereka belum bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Niat membahagiakan keluarga pun nyaris kandas, dan hanya rasa kecewa yang mereka dapat saat mendengar kalau mereka dikeluarkan atas perintah manajer PTPN 3 Kebun Bangun. (Hd)

Komentar