Dumai | metroinvestigasi.id – Akhir-akhir ini isu kembali beraktivitasnya tempat penampungan BBM illegal di Kota Dumai kembali menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan, meskipun beberapa waktu lalu sempat terhenti alias tutup.
Namun tutupnya para pelaku mafia BBM ini hanyalah sementara, akibat adanya Patroli aktif oleh pihak Kepolisian dan TNI Dumai merazia tempat-tempat gudang yang diduga dijadikan tempat kencingnya para Supir Truck Tanki BBM tersebut.
Namun kala itu pihak kepolisian dan TNI tidak menemui adanya kegiatan, semua dalam kondisi kosong. Ada yang beranggapan bahwa operasi tersebut bocor dan para mafia BBM menghentikan kegiatannya agar tidak tersandung persoalan hukum.
Kini isu penampungan BBM illegal ini kembali mencuat kepermukaan dan diduga kembali beroperasi, yang mana informasi yang dirangkum awak media, ada puluhan tempat penampungan BBM illegal diduga kembali beroperasi dan kucing-kucingan terhadap aparat penegak hukum untuk melancarkan bisnis haramnya tersebut.
Terkait hal ini, Datuk Amin selaku Datuk Penangkal Pemangku Temenggung Muda DPD Lembaga Laskar Pagar Negeri (LLPN) Dumai mengatakan, bahwa para Aparat Penegak Hukum ( APH ) Kota Dumai telah dikelabui oleh para pengusaha mafia BBM illegal tersebut.
Menurut Datuk Amin, para pelaku bisnis mafia BBM illegal tersebut diduga mempunyai jaringan cukup luas, sebab semasa Aparat Penegak Hukum turun kelokasi gudang-gudang penampungan BBM, tak satupun ditemukan barang bukti adanya praktek BBM illegal digudang tersebut.
“APH Dumai dikelabui oleh para pengusaha mafia BBM illegal, setelah melakukan kroscek, APH tak menemukan adanya aktivitas di gudang-gudang penampungan BBM tersebut. Namun tak berselang lama, aktivitas bisnis haram tersebut kembali beroperasi. Itu artinya para pengusaha mafia BBM illegal berhasil mengelabui APH,” cetus Datuk Amin.
Jika ingin mendapatkan bukti, lanjut Datuk Amin mengatakan, bahwa praktek penampungan BBM illegal tersebut masih beroperasi, “Saya siap untuk mendapatkan buktinya, jika puluhan gudang-gudang penampungan BBM illegal tersebut masih beroperasi,” cetusnya.
“Nah ketika saya mendapatkan bukti, tidak ada lagi alasan APH untuk tidak bertindak. Jikalau waktu APH turun tak menemukan bukti, saya yang akan mendapatkan buktinya,” tandas Datuk Amin.( amin/indra kitang )








Komentar