Dairi | metroinvestigasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi memperkuat upaya modernisasi sektor pertanian dan mitigasi bencana melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan Automatic Weather Station (AWS) beserta sarana pendukungnya antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi dan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan setelah dihibahkan pemanfaatannya oleh Mercy Corps Indonesia kepada BPBD Dairi.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Bappeda dan BPBD Dairi, Rabu (29/7/2026), serta disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Bantjin.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Dr. Hendro Nugroho, ST, M.Si., menegaskan bahwa pengambilan keputusan yang tepat harus didasarkan pada data yang akurat. Melalui AWS, data cuaca yang diperoleh dari lapangan akan divalidasi BMKG sebelum disebarluaskan kepada pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga para petani sebagai dasar dalam menentukan langkah yang tepat.
Menurutnya, kehadiran AWS diharapkan mampu mengubah pola bertani yang selama ini masih mengandalkan intuisi menjadi berbasis data dan teknologi. Selain mendukung produktivitas pertanian, AWS juga berperan penting dalam memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia, Andi Ikhwan, mengatakan hibah AWS merupakan bagian dari Program ROOTS yang telah berjalan sejak tahun lalu. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak hingga terwujudnya kerja sama tersebut.
“Kami akan terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Program Enhancing Digitas Access and Inclusion to Strengthen Coffee Farmers Resilience to Climate Adaption (DIGITANI) yang saat ini dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Sumbul dan Parbuluan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Bantjin, menyambut baik hadirnya AWS sebagai instrumen penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Ia mengungkapkan, dalam satu dekade terakhir banyak petani di Dairi beralih dari komoditas jeruk ke kopi akibat serangan hama lalat buah yang berdampak besar terhadap produksi jeruk.
Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang sebagai komoditas unggulan daerah. Karena itu, pemerintah berharap keberadaan AWS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah, khususnya untuk mendukung pengambilan kebijakan di sektor pertanian melalui pemanfaatan data cuaca yang akurat.
“Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Dairi sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya para petani,” kata Charles.
Melalui sinergi antara pemerintah, BMKG, dan Mercy Corps Indonesia, Pemkab Dairi optimistis pemanfaatan teknologi AWS akan mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana.
Turut hadir Asisten Perekonomian Juniardi Siregar, Staf Ahli Bupati Erwin Sitorus, Kepala BPBD Dekman Sitopu, Kaban Bappeda Romedi Bangun, perwakilan organisasi perangkat daerah, Starbucks Farmer Support Centre yang diwakili Robertus Tri Hastoaji, serta sejumlah undangan lainnya. (Raja)










Komentar