Dairi| meyroinvestigadi.id – Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala menghadiri sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Pemerintah Daerah se-Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (19/6/2025).
Turut mendampingi Wakil Bupati Dairi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Henry Manik, M.Kes, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Mariadi Simanjorang.
Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan persoalan dan kendala sebenarnya bukan dari BGN maupun anggaran. Namun masih banyaknya pihak yang bingung bagaimana cara mendaftar, atau bagaimana dapat masuk dalam daftar BGN.
“Bagaimana metode mendaftar yang boleh daftar kelasnya apa-apa saja dan hari ini sudah disampaikan, yayasan sudah bisa bekerja sama dengan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah),” ujar Bobby.
Menurutnya, hal tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi pelibatan masyarakat dan lembaga non-pemerintah yang masih bingung terhadap pelaksanaannya.
“Target dari presiden tahun ini harus semua bisa dicapai, termasuk wilayah Sumatera Utara harus semua juga. Jadi kita targetkan tahun ini 1.700 satuan pelayanan pemenuhan gizi dari bapak presiden untuk Sumatera Utara. Ini PR bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, juga menyampaikan Sumut merupakan salah satu daerah dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar secara nasional.
“Kami perkirakan akan ada antara 1.200 sampai 1.700 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG aktif yang berdiri di Sumatera Utara hingga akhir 2025, sehingga uang yang akan mengalir dari badan gizi tersebut juga cukup besar,” kata Dadan Hindayana.
Dadan menjelaskan bahwa hingga saat ini, sudah ada 65 SPPG yang berjalan aktif di Sumut, dan 455 lainnya dalam proses verifikasi. Ia optimistis target nasional yang ditetapkan, yaitu untuk mencapai 1.700 SPPG di Sumut bisa tercapai pada akhir tahun. (Raja)










Komentar