Terima Kunjungan Kementan, Pemkab Dairi Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Teknologi Tanaman Obat

 

Dairi | metroinvestigasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berkomitmen penuh untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui program hilirisasi dan pemanfaatan teknologi modern. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara jajaran Pemkab Dairi dengan perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) di Ruang Kerja Wakil Bupati Dairi, Kamis (27/8/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, S.T.P., M.Sc., M.P.S., Ph.D., bersama Ketua Tim Kerja Penerapan Teknologi Terpadu Tanaman Obat dan Jamur, Junika Megawati Pasaribu, S.P., M.Si. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Dairi, Kesti Angkat.

Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan dukungan teknis yang diberikan oleh Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Dairi. Menurutnya, kehadiran teknologi dan program hilirisasi adalah kunci untuk menyejahterakan petani lokal.

“Kami menyambut baik sinergi ini. Kabupaten Dairi memiliki potensi hortikultura yang sangat besar, namun tantangan kita selama ini adalah bagaimana mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan dukungan hilirisasi dan penerapan teknologi terpadu untuk tanaman obat serta jamur dari Kementan, kami optimistis petani Dairi tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga mampu menguasai rantai pasok yang lebih menguntungkan,” ujar Wahyu Daniel Sagala.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Dairi, Kesti Angkat, menyatakan kesiapan jajarannya untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini di lapangan. Dinas PKPP akan bergerak cepat memetakan wilayah potensial dan menyiapkan kelompok tani yang siap mengadopsi teknologi tersebut.

“Kami di dinas teknis siap mengawal implementasi program ini. Penerapan teknologi terpadu untuk tanaman obat dan jamur ini sangat relevan dengan kebutuhan diversifikasi pertanian kita. Kami akan segera melakukan pembinaan dan pendampingan intensif kepada para petani agar teknologi yang dibawa oleh Kementan ini dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan,” tutur Kesti Angkat.

Melalui pertemuan strategis ini, Pemkab Dairi dan Kementan berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian modern yang lebih tangguh, meningkatkan pendapatan daerah, serta menjadikan Dairi sebagai salah satu pusat hortikultura dan tanaman obat unggulan di Sumatera Utara.(raja)

Komentar