Simalungun | metroinvestigasi.id ~ Akses jalan penghubung dua Nagori ( desa.red ) Pamatang Gajing dengan Senio, bahkan bukan hanya dua desa tetapi jalan tersebut dapat menghubungkan lima desa sekaligus.
Lima desa tersebut diantaranya Desa Margomulyo, Serapuh, Senio, Bangun dan Asilum. Kelima desa itu masih dalam satu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Sumatera utara.
Akses jalan desa yang melewati perkebunan Plat Merah milik PT Perkebunaan Nusantara 3 ( PTPN 3 ) Kebun Bangun Afd II Serapuh adalah akses jalan potong untuk menuju lima desa di sekitarnya, jalan tersebut kerap dilewati masyarakat Nagori P. Gajing bila ingin mempersingkat jarak tempuh dan waktu lebih cepat.
Selain jalan potong, akses jalan PTPN juga di jadikan arus lalu lintas ternak milik masyarakat, yang menggembalakan ternaknya di areal PTPN 3 Kebun Bangun. Hal ini sudah berlangsung cukup lama dan sudah menjadi kebiasan masyarakat P. Gajing secara turun – temurun.
Adanya kebijakan managemen PTPN 3 Keun bangun terkait proyek Konversi tanaman baru dari tanaman sebelumnya di Afd 2 yang berlokasi dan bersebelahan langsung dengan Nagori P. Gajing, maka PTPN 3 Bangun melaksanakan kegiatan berupa penggalian parit isolasi dengan kedalaman serta lebar mencapai 2 x 2 meter lebih sepanjang lokasi lahan yang akan dilakukan penanaman ulang.
Penggalian parit isolasi di duga tidak megindahkan Norma dan asfek sosial masyarakat. Terlihat, jalan penghubung yang selalu di gunakan masyarakat Nagori diputus hingga menimbulkan protes dari kalangan warga Nagori.
Sebelumnya, pemerintah Nagori P. Gajing telah melayangkan surat kepada PTPN 3 Bangun dengan no surat 140.337 / 12.08. 02.2009/2021, pri Hal permohonan yang di bubuhi dengan 45 lima tanda tangan masyarakat yang bermohon.
Permohonan tetsebut terkait akan di putusnya jalan menuju desa di sebelahnya, terutama kalangan peternak lembu dan kambing yang masih bergantung dengan perkebunan untuk mengembala.
Aksi protes yang dilayangkan warga kepada oprator alat berat yang beroprasi sempat tidak di tanggapi oleh pihak pekerja hingga akhirnya mengundang tokoh mastyarakat dan abdi desa untuk menghentian alat berat yang nyaris memutus jalan.
Amri saragih SE selaku Ketua maujana Nagori P. Gajing beserta warga masyarakat turun langsung ke lokasi untuk menghentikan aktifitas alat berat dan meminta agar galian tersebut di tutup kembali. Di katakan, sebelum ada kesepakan bersama pihak managemen jangan bertindak melawan aspek sosil yang dapat mengganggu kepentingan umum.
” kami meminta agar pihak N 3 jangan dulu memutus jalan sebelum ada pengkajian ulang tentang asfek sosial dan kesepakan bersama agar N 3 mempeehatiakn kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Hadir di lokasi, Sunarno Pangulu Nagori P. Gajing yang didampingi oleh Babinkamtibmas Aiptu Suyut dari Polsek Bangun. Kepada wartawan, Pangulu mengatakan Pemerintah Nagori akan menindak lanjuti permohonan warga dan akan langsung menemui manager N 3 untuk upaya kepentingan bersama.
” Secepatnya kami akan bertindak dan mememui pimpinan PN3 Bangun tentang upaya kepentingan bersama terutama bagi warga Nagori, ” katanya.
Juga hadir asisten Afd 2 kebun bangun Jemaha ganta Surbakti yang mewakili managemen PTPN 3 Bangun yang di dampingi kapam Kebun Bangun. Dalam waktu singkat permintaan pembukan jalan tetap dilaksanakan.
Surbakti mengatakan, pembuka akses jalan hanya sementara waktu sampai ada kesepakan lanjutan, di tambahkan, pembukan akses jalan masih memandang kearipan sosial masyarakat.
” untuk sementara akses jalan kami buka kembali sampai waktu yang belum di tentukan, harapannya agar hubungan PTPN 3 dan warga sekitar tetap terjalin secara Humanis, ” katanta.( @hendra )













Komentar