Indragiri Hilir | metroinvestigasi.id –Semangat Gotong Royong telah mengakar Dari Dahulu.
Wahyudi selaku Kepala Desa Wonosari Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hulu, Riau yang paroh baya ini,biasa disapa Yudi,mengatakan kepada wartawan metroinvestigasi.id bahwa kita saat ini mengadakan kegiatan Gotong Royong yang berlokasi di TPU Desa Wonosari.Adapun kegiatan gotong royong ini kita laksanakan untuk menyambut menjelang ramadhan yang tinggal menghitung hari lagi.
Selanjutnya, menurut Wahyudi sifat gotong royong ini,adalah satu buah aktivitas sosial yang jadi ciri khas bangsa Indonesia dari jaman dahulu kala sampai saat ini. layaknya yang tertuang dalam pancasila adalah sila ke- 3 “Persatuan Indonesia.” Tabiat gotong royong yang sudah dipunyai Bangsa Indonesia sejak dulu. Gotong royong adalah keperibadian bangsa & budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan penduduk. Gotong royong tumbuh dari kita sendiri, prilaku dari penduduk.
“Rasa kebersamaan ini muncul, dikarenakan adanya sikap sosial tidak dengan pamrih dari masing-masing individu untk menunjang beban yg sedang dipikul.Cuma di Indonesia,kita sanggup menemukan sikap gotong royong ini sebab di negeri lain tak ada sikap ini karena saling acuh tidak acuh kepada lingkungan di sekitarnya.” ungkapnya dengan senyum.

“Ini yakni sikap positif yang mesti dilestarikan agar Bangsa Indonesia jadi bangsa yang kokoh dan kuat disegala bidang.Tak cuma dipedesaan dapat kita jumpai sikap gotong royong,melainkan di daerah perkotaan pun sanggup kita jumpai bersama gampang.Sebab dengan cara culture,budaya tersebut benar-benar telah di tanamkan sifat ini sejak mungil sampai dewasa.
Dikarenakan ini adalah salah satu cermin yang menciptakan Indonesia bersatu dari Sabang sampai Merauke, walau pun bebeda agama, suku dan warna kulit namun kita masih menjadi satu kesatuan yang kokoh.Inilah salah satu budaya bangsa yang menciptakan Satu Indonesia,dipuja dan dipuji oleh bangsa lain lantaran budayanya yang unik dan penuh toleransi antar sesama manusia.
” Gotong royong merupakan sikap hidup bangsa dan adat yang telah dikenal bangsa Indonesia dengan cara turun-temurun sejak masa lalu. Dalam gotong royong, orang menyelesaikan satu aktivitas dengan cara bersama-sama bersama saling berbagi pekerjaan dan saling membantu,” tambah Yudi dengan senyuman.
Dengan bergotong royong, tidak sedikit factor yang sudah dilakukan bangsa kita di masa lalu, mulai sejak dari mendirikan hunian, mengerjakan sawah, menolong tetangga yang sedang berduka sampai saling bahu membahu berjuang & memproklamasikan kemerdekaan negeri. Bersama bergotong royong, seluruh pekerjaan berat dapat jadi lebih ringan.
Kita hidup di dunia ini bukan seorang diri. Yang merupakan rakyat Indonesia, kita hidup dengan orang lain yang merupakan satu bangsa. Bangsa kita memiliki maksud yang sama ialah memajukan bangsa ini.
Untuk mendapatkan maksud tersebut sehingga kita senantiasa siap untuk bekerja sama, bersama semangat gotong royong. Bakal lebih banyak yang mampu kita capai, jika kita laksanakan dengan gotong royong.
Ditambahkanya lagi, ini Cara nyata, rutinitas gotong-royong sudah membudaya dan mengakar kuat, dengan membersihkan lokasi TPU, desa ini kita sangat bangga dengan antusias warga masyarakat yang kita lihat saat ini,jadi dapat mewujudkan dalam bermacam macam gerakan keseharian warga kita.
” Sementara selesai juga kita meneruskan gotong royong di RT 12/RW 02 di Dusun Suka Maju untuk pembuatan Pos Ronda. Dimana bahan – bahanya yang dibiayai pemerintah desa, dan dilaksanakan sifatnya bergotong royong oleh warga masyarakat kita sendiri,serta mereka bekerja tidak dengan diberi imbalan jasa,karena inilah yang disebut rasa toleransi bergotong royong yang dapat diartikan berat sama dipikul ringan sama dijinjing.” Tambah Wahyudi lagi dengan semangat.**(Marbun)
Semangat gotong royong didorong oleh :
a. bahwa kita tak hidup sendiri melainkan hidup dgn dgn orang lain atau lingkungan sosial;
b. terhadap dasarnya manusia itu tergantung terhadap manusia yang lain;
c. Warga butuh menjaga jalinan baik bersama sesamanya; &
d. Kita butuh menyesuaikan dengan anggota masyarakat.

















Komentar