Pakpak Bharat | metroinvestigasi.id-
Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat, Bapak Jalan Berutu, S.Pd, MM didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pakpak Bharat Augusman Harapan Padang, ST., M.Si menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Polres Pakpak Bharat di Lapangan Apel Mako Polres Pakpak Bharat.
Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2025 kali ini dipimpin oleh Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si.
Dalam amanat Kapolda Sumatera Utara yang dibacakan oleh Kapolres Pakpak Bharat menyampaikan, apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personil, serta kelengkapan sarana dan perasaan pendukung sebelum Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 di mulai.
Berdasarkan data dari Direktoral Lalu Lintas Poldasu, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 319.167 pelanggaran lalu lintas, dengan jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan mencapai 6.850 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 1.580 jiwa dan kerugian material yang ditaksir mencapai lebih dari 22,9 miliar.
Ini mencerminkan bahwa tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas masih perlu ditingkatkan secara serius dan berkelanjutan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Polres Pakpak Bharat akan menggelar Operasi Patuh Toba 2025 selama 14 hari dimulai pada hari ini tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.
Adapun prioritas penindakan pelanggaran pada operasi kali ini lebih mengedepankan pada kepatuhan, diantaranya :
1. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI
2. Pengendara ranmor yang melawan arus
3. Pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara
4. Pengendara ranmor dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol
5. Pengendara ranmor dibawah umur
6. Pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang
7. Ranmor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spektek
8. Pengendara yang menerobos traffic light
9. Pengendara ranmor yang melanggar marka dan rambu lalin
10. Kendaraan over dimension dan over loading
Adapun hasil yang diharapkan dari operasi ini bukan hanya berkurangnya angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, namun meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, terciptanya keteladanan dari aparat yang mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas, terbangunnya kesadaran kolektif atau kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan adalah tanggungjawab moral bersama.
Diakhir amanatnya, Kapolda Sumut menyampaikan “Mari kita jaga Sumatera Utara agar menjadi wilayah yang tertib berlalulintas. Dimana, setiap perjalanan menjadi aman dan setiap langkah memberi harapan menuju masa depan yang lebih baik.(M.Solin)








Komentar