oleh

Sat Reskrim Polres Binjai Sikat 4 Pelaku Curanmor

example banner

Binjai | metroinvestigasi.id – Sat Reskrim Polres Binjai sikat tiga dari empat anggota sindikat pencuri kendaraan bermotor (curanmor) antar kabupaten/kota, yang sudah beberapa melakukan pencurian mobil di Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Langkat.Ketiganya berinisial AAP alias Agus (31) dan RBS alias Bayu (23), keduanya warga Jalan Rengaspulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, serta BWP alias Lilik alias Golik (51), warga Dusun Serbaguna, Desa Karangrejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, tidak lain sang otak pelaku kejahatan.

Para tersangka yang masih memiliki hubungan kekerabatan ini ditangkap dari dua lokasi terpisah. Dalam hal ini, AAP dan RBS ditangkap di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara. Sedangkan BWP ditangkap di rumahnya, Dusun Serbaguna, Desa Karangrejo, Kecamatan Stabat.“Modusnya itu mereka menggunakan kunci T. Untuk mengelabui korban dan petugas, mobil curian sengaja mereka pasang plat nomor kendaraan palsu berlogo TNI,” ungkap Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting, didampingi Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kanit I Pidum, Iptu Hotdiatur Purba, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Binjai, Kamis (07/10/2021) pagi.

example banner

Sebagai barang bukti, turut diamankan mobil Daihatsu Ayla putih BK 1350 RE, sepasang plat nomor kendaraan asli dari kendaraan hasil curian, dua pasang plat nomor kendaraan palsu berlogo TNI, dua telepon genggam, tiga kunci T, baju dan dompet pelaku, serta sejumlah onderdil mobil diduga hasil curian.Dijelaskan Ferio, pengungkapan kasus ini bermula saat AAP dan RBS, mengalami kecelakaan tunggal, setelah mobil Daihatsu Ayla putih BK 1350 RE yang mereka tumpangi terperosok ke dalam parit di tepi Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara.

Menyadari kejadian itu, warga bergegas menolong dan melaporkannya kepada polisi. Namun setiba polisi di lokasi kejadian dan memeriksa kondisi kendaraan yang ditumpangi AAP dan RBS, justru ditemukan tiga kunci T, sejumlah plat nomor polisi palsu, dan beberapa onderdil mobil.Mendapat informasi temuan barang-barang mencurigakan di dalam sebuah mobil yang mengalami kecelakaan, Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, lantas menginstruksikan Kanit I Pidum, Iptu Hotdiatur Purba, dan personel opsnal, mendatangi lokasi dan mendalami kasus tersebut.“Dari hasil interogasi anggota kami, tersangka AAP dan RBS diketahuilah kalau mereka pernah melakukan aksi pencurian mobil di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, tiga bulan sebelumnya,” jelas Ferio.

Menariknya, setelah memeriksa beberapa laporan kasus curanmor dalam tiga bulan terakhir, ternyata pada 24 Juli 2021 lalu memang pernah terjadi kasus pencurian mobil Toyota Kijang Krista biru metalik BK 1350 RE di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Binjai, sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/B/497/VII/2021/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumut, atas nama pelapor Hui Heng.Dari situ, tersangka AAP dan RBS segera dikonfrontir dan diperlihatkan barang bukti rekaman kamera CCTV terkait kasus pencurian itu. Alhasil mereka pun tidak lagi dapat mengelak dan mengakui seluruh perbuatannya. Bahkan sesaat sebelum mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal, keduanya pria itu memang berencana melakukan aksi kejahatan serupa.

Selain itu, sambung Ferio, berdasarkan keterangan lanjutan dari tersangka AAP dan RBS, diketahui pula pelaku pencuri mobil ternyata berjumlah empat orang. Selain tersangka AAP dan RBS, terdapat dua tersangka lagi yang ikut terlibat, yakni BWP dan HS alias Putra.Segera saja Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai bergerak menuju Dusun Serbaguna, Desa Karangrejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, dan setibanya di rumah tersanhka BWP, mereka pun menangkap pria yang menjadi otak pelaku kejahatan itu.“Sementara satu tersangka lagi, yakni HS, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Stabat, tidak diamankan anggota kami, karena yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum atas kasus kejahatan serupa,” jelas Ferio.Hanya saja saat proses pencarian barang bukti mobil curian, tersangka BWK justru berupaya melarikan diri. Sehingga polisi melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepas tembakan yang mengenai kaki kanannya, hingga menyebabkan pria paruh baya tersebut meninggal dunia.“Kenapa mereka ini disebut sindikat? Karena pelakunua terdiri dari beberapa orang dan masing-masing punya peran. Ada yang tugasnya mensurvei, menjadi eksekutor pencurian, dan ada juga yang menjual kendaraan hasil curian. Bahkan aksi kejahatan ini sudah berulang kali mereka lakukan,” terang Ferio.

Terkait jerat hukum atas kasus ini, mantan Kapolres Dairi tersebut menyatakan, tersangka AAP dan RBS dipersangkakan melanggar Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan (curat), dan terancam hukuman maksimal sembilan tahun kurungan penjara.Dia juga berterimakasih kepada masyarakat, karena telah bekerjasama membantu Polres Binjai memberikan informasi, sehingga proses penyelidikan dan pengungkapan kasus ini dapat berjalan dengan optimal.

“Meskipun saat ini Polri fokus dalam penanggulangan Covid-19, namun bukan berarti tugas-tugas lain kami abaikan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab Polri tetap berkomitmen menjawab keresahan masyarakat di bidang keamanan, terutama dalam menangani kasus curat, curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor,” seru Ferio.( anisa )

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed