Simalungun | Metroinvestigasi.id – Gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit kulit yang di sebut Lumpy skyn Disease (LSD). Dikutip dari laman resmi BBVET WATES, penyakit kulit yang di sebabkan oleh Lumpy skyn Disease virus merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.
Baru – baru ini, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan hingga ribuan hewan ternak milik warga mulai menimbulkan kepanikan para pemilik ternak, di tambah lagi penyakit baru yang di kenal dengan istilah LSD.
Gejala LDS dapat di tandai dengan munculnya bercak bentol di tubuh lembu atau sapi milik warga
Kepala dusun Majet, (Gamat) Huta tiga Nagori (Desa. Red) P. Gajing Kec. Gunung Malela Kab. Simalungun Sumatera utara melaporkan tentang adanya indikasi hewan ternak milik Riono (40) dan Korim (67) warga Huta III yang mulai menunjukkan gejala LDS.
” warga mulai banyak melaporkan tentang gejala penyakit LSD dan PMK yang sebelumnya sudah mulai menunjukkan tanda – tanda mulut lembu mulai berliur dan berbusa serta kaki luka disertai pembengkakan.
Hari ini juga sudah ada yang melaporkan dua ekor lembu mati milik warga kita.” Kata Majet kamis siang 30/06/2022 di kediamannya.Hal ini di benarkan oleh Sunarno Panggulu (Kepala desa. Red) Nagori P. Gajing Lewat sambungan telepon selulernya. Saat di konfirmasi membenarkan adanya hewan ternak warga yang menunjukkan gejala penyakit.
Dikatakan, warga sudah mulai melaporkan tentang kondisi hewan ternak yang mengalami tanda – tanda sakit. Saat ini masih dalam pendataan dan akan segera di laporkan ke pemerintah kabupaten untuk di tindak lanjuti.
“Benar, banyak ternak yang mulai sakit, bahkan milik saya sendiri juga Terdampak.” Kata Sunarno.Menurut Sunar,jumlah keseluruhan ternak lembu warga Nagori P Gajing mencapai 1500 (seribu lima ratus) ekor. Untuk upaya pencegahan Sunarno mengatakan, warga berupaya melakukan penyuntikan dan pemberian jamu atau obat – obatan pada ternak, berharap agar hewan ternak milik warga tidak terdampak.
Terpisah, Irwansyah selaku petugas lapangan yang di konfirmasi lewat sambungan WatsAAp, terkait PMK dan LSD menuliskan agar menghubungi Kepala dinas ketahanan pangan, ” kami hanya petugas lapangan yang siap membantu dan melayani masyarakat,” tulis Irwansyah rabu sore sekira pukul 16.30 waktu setempat. (Hs)










Komentar