Proyek PLTA Batangtoru Kembali Makan Korban

 

Tapsel | metroinvestigasi.id – Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air yang terletak di daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapse), tepatnya di Desa Luat Lombang Kecamatan Sipirok, kembali memakan korban, dimana yang sebelumnya juga sudah terjadi belasan orang tewas.

Informasi ini diterima pada Minggu (21/8/22), oleh media, diketahui pada pembangunan PLTA Batangtoru kembali memakan korban, tepatnya pada bulan April 2021, lalu belasan orang juga tewas tertimbun di Areal PLTA Batangtoru, kali ini korban yang merupakan satu orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, tewas akibat tertimbun atap terowongan di Proyek PLTA Batangtoru.

Berdasarkan keterangan Kapolres Tapsel, AKBP Iman Zamroni SIK MH, melalui Via WA media, korban tewas akibat tertimbun reruntuhan atap terowongan sedalam sekitar 200 meter.

“Boleh dikatakan tertimbun reruntuhan atap terowongan,” ujar AKBP Imam Zamroni SIK MH.

Kejadian berawal saat korban bersama timnya, sedang melakukan pemasangan tanda tanda runtuh atap terowongn Adit 1 PT PLTA Simarboru Desa Luat Lombang Kecamatan Sipirok.

“Jadi sebelum dikasi dinamit untuk peledakan, atap terowongan itu ada runtuh di empat titik. Saat tim sedang berada di titik runtuh pertama untuk pemasangn tanda runtuh itu, tiba tiba korban tertimpa reruntuhan dan jatuh dari kendaraan yang mereka gunakan untuk mememasang tanda titik runtuh,” lanjut AKBP Imam Zamroni SIK MH.

Korban yang terjatuh segera ditolong rekan rekannya dan dibawa ke RSU Sipirok untuk pertolongan medis. Namun, korban akhirnya meninggal dunia sesampainya di RSU Sipirok.

AKBP Imam Zamroni SIK MH menyampaikan, saat ini pihaknya telah selesai melakukan olah TKP.

“Sekarang kita sedang menunggu konfirmasi pihak perusahaan ke keluarga di Cina, apakah perlu diadakan autopsi,” tutup AKBP Imam Zamroni SIK MH. (AL)

Komentar