Humbahas | metroinvestigasi.id- Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) meningkatkan pengamanan di kawasan Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, pasca terjadinya kericuhan yang mengakibatkan sejumlah rumah warga dan kendaraan mengalami kerusakan.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya bentrokan susulan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman serta kondusif.
Peristiwa kericuhan terjadi pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, setelah sebelumnya terjadi kebakaran terhadap sebuah pondok atau gubuk milik kelompok Raja Bius Manullang Matiti.
Kawasan tersebut diketahui masih berkaitan dengan persoalan sengketa lahan antara pihak Raja Bius Manullang Matiti dengan pihak keturunan Op. Patar Munte yang hingga kini belum terselesaikan.
Kebakaran pondok tersebut kemudian menimbulkan dugaan dari pihak Raja Bius Manullang bahwa kejadian itu dilakukan oleh pihak keturunan Op. Patar Munte. Dugaan tersebut selanjutnya berkembang menjadi situasi yang memanas hingga terjadi kericuhan.
Namun, terkait dugaan penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, proses penanganan dan pembuktian tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Akibat kericuhan tersebut, kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah titik. Sedikitnya 13 unit rumah warga, 1 unit Resto Gracia, 7 unit kendaraan roda empat, 1 unit kendaraan roda enam, serta 7 unit kendaraan roda dua mengalami kerusakan.
Selain kerusakan material, sebanyak 8 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, Polres Humbahas langsung melakukan langkah pengamanan dengan menempatkan personel di lokasi. Pengamanan dilakukan secara intensif melalui penjagaan dan patroli, baik pada siang maupun malam hari, dengan melibatkan instansi terkait.
Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., Senin (14/9/2026), mengatakan peningkatan pengamanan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik lanjutan.
“Kita akan mengintensifkan patroli gabungan antara Polri dan instansi terkait sampai situasi benar-benar kondusif,” ujar AKBP Adi Nugroho.
Menurutnya, kehadiran personel di lokasi bukan hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah pihak-pihak tertentu melakukan tindakan yang dapat kembali memicu ketegangan.
“Kami sengaja menempatkan personel pengamanan di lokasi guna mencegah dan mengantisipasi adanya konflik lanjutan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tambahnya.
Kapolres menegaskan bahwa situasi di kawasan Sarsiantar, Desa Matiti II, saat ini telah berangsur aman dan kondusif. Meski demikian, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan dan patroli secara berkala.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan aksi balasan yang justru dapat memperkeruh keadaan.
Masyarakat diminta menahan diri dan tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang berpotensi memperuncing konflik antarkelompok.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Polres Humbahas memastikan penanganan terhadap rangkaian peristiwa tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum. Aparat juga terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan di lokasi serta mencegah agar persoalan yang ada tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dengan peningkatan pengamanan tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat di Desa Matiti II dan sekitarnya dapat kembali berjalan normal. Seluruh pihak juga diharapkan mengedepankan penyelesaian secara hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun menimbulkan korban baru
(Nisa)










Komentar