Dairi| metroinvestigasi.id – Dua peristiwa bencana terjadi di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, dalam dua hari berturut-turut. Pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Kuta Gamber hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka. Sementara itu, hujan deras berkepanjangan mengakibatkan badan jalan nasional penghubung Aceh Tenggara–Medan di Desa Balandua mengalami amblas dan terancam putus total.
Camat Tanah Pinem, Jonatan Ginting, S.Pd, melaporkan, peristiwa pertama terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber. Sebuah pohon tumbang menimpa rumah milik Penggurun Sembiring (49), mengakibatkan bangunan mengalami rusak berat.
Dalam kejadian tersebut, dua anggota keluarga menjadi korban. Nguen br. Sembiring (85), mertua pemilik rumah yang beberapa bulan terakhir tinggal di lokasi, meninggal dunia. Sementara itu, Septrina br. Sembiring (8), anak pemilik rumah, mengalami luka-luka.
Korban luka sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Kutabuluh sebelum dirujuk ke RSU Adam Malik menggunakan ambulans Puskesmas Kutabuluh. Sementara jenazah korban meninggal dunia dibawa ke kampung halamannya di Serba Jadi, Diski, menggunakan ambulans Klinik Heborig Kutabuluh.
Sehari kemudian, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, bencana kembali terjadi di Desa Balandua. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan badan jalan nasional penghubung Aceh Tenggara menuju Medan mengalami amblas.
Masih dalam laporan camat, kondisi jalan saat ini sangat mengkhawatirkan karena sekitar 50 persen badan jalan tersisa. Pada sisi jalan yang amblas terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter dan kemiringan mencapai 75 derajat. Kondisi ini berpotensi semakin parah bahkan putus total apabila terus dilalui kendaraan berat. Ia juga melaporkan, hingga Sabtu malam (31/10/2026) pukul 21.45 WIB, lalu lintas di lokasi masih terpantau lancar meskipun masih diberlakukan satu arah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Balandua telah melakukan koordinasi, mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka tutup bersama warga, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi sebagai langkah pengamanan awal.
Mendapatkan informasi kedua kejadian tersebut, Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah dan instansi terkait agar tetap peka terhadap perkembangan situasi bencana serta memberikan respons cepat. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan, serta menghindari area rawan bencana demi keselamatan bersama.
Bupati Dairi , Vickner Sinaga juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor agar penanganan di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terarah, termasuk memastikan keselamatan masyarakat serta pengguna jalan.
Selain itu, Bupati Dairi, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi, potensi longsor, pohon tumbang, maupun bencana lainnya dapat terjadi sewaktu-waktu.(Raja)








Komentar