Pj. Bupati Dairi ‘Diganjar’ Penghargaan Dari Kementerian Desa

 

Dairi | metroinvestigasi.id – Pj. Bupati Dairi, Surung Charles Bantjin menjadi salah satu dari dari beberapa bupati yang ‘Diganjar’ menerima Piagam penghargaan dalam membina pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) di daerah dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

Pj.Bupati menyebut, penghargaan itu diraih berkat kontribusi dan kerja keras berbagai pihak dalam membina pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) Inovasi Desa di Dairi.

“Ini bukan kerjaan satu pihak. Kita ambil contoh, pengembangan Bumdes, peran desa dalam percepatan penurunan stunting, dan sistem informasi keuangan desa yang semakin baik. Teknologi dan inovasi sederhana yang dikembangkan desa itu semoga bisa berkembang, tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat desa, “kata Charles Bantjin usai meneriman piagam dan Lencana Bhakti Inovasi Desa yang diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) RI, Prof. (H.C.) Dr. (H.C.) A. Halim Iskandar, M.Pd, didampingi Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hassanuddin pada acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) Ke-25 di Lapangan Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (15/7/2024).

Lebih lanjut Charles Bantjin menyatakan penerapan TTG di Dairi sudah berjalan dengan baik dan berharap kegiatan TTG Nusantara ini menjadi wadah untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar daerah yang hadir.

“Pemkab Dairi melalui Dinas PMD jadi ujung tombak dalam membina dan mengembangkan hal positif yang berkaitan dengan inovasi di desa. harapan kita ke depan semakin banyak inovasi yang ada di desa. Inovasi sekecil apapun semoga bisa berkembang, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tentu bisa digunakan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Charles Bantjin mencontohkan, beberapa desa yang sudah melakukan inovasi TTG ini, seperti Desa Bakal Gajah, Desa Bangun dengan kampung kopi, dan Desa Belang Malum yang bercita-cita mengembangkan desanya jadi desa wisata melalui pemanfaatan bendungan.

“Perlu kita ketahui teknologi tepat guna itu tidak semua berhubungan dengan IT atau komputer, tapi hal-hal yang membuat desa itu berbeda dengan desa lain juga merupakan sebuah inovasi. Sesuatu yang biasa jadi luar biasa, apalagi ada proses bisnis yang hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat itulah teknologi yang tepat guna,” ujarnya.        (Man)

Komentar