Petani Panai Hilir Rindukan ‘Sentuhan tangan hangat Bapak Presiden Prabowo

 

Labuhanbatu | metroinvestigasi-Dengan sedikit Wajah yang agak menghitam seorang petani terlihat sayu, hanya sedikit senyum yang tersisa, namun semangat bertani mereka tidak pernah padam seperti nyalanya api( PON ), dan menjadi profesi untuk menyambung hidup dalam membutuhi keluarga. Mereka adalah para petani Padi di Desa Sei Pegantungan Kecamatan Pantai Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara

.Memperihatinka+-5.000 Hektar tanah pertanian yang 85 persennya adalah merupakan areal sawah di kecamatan setempat, yang kerap tampak kering dan tidak dapat dimanfaatkan karena minim bantuan yang di dapat dari pemerintah, akses jalanpun rusak parah, serta harga gabah pun jauh dari pangang api, seperti harapan petani pabila panen nanti bisa menyisihkan sedikit dari hasil panen.

Seiring berjalan nya waktu dari tahun ke tahun sistim tanam dan panen dilakukan sekali setahun saja. Hal itu disebab kan blom adanya irigasi penghubung dari satu sawah ke sawah lainnya dikarenakan membutuhkan biaya yang terlalu tingi.

Mirisnya,
panen yang dilakukan hanya pada waktu curah hujan diperkirakan terjadi pada bulan September hingga Desember di tiap tahunnya.

“Begitulah kondisinya pak, tidak ada irigasi, kami (para petani) hanya manfaatkan air hujan di bulan sembilan sampai bulan dua belas tiap tahunnya,” lirih Bonnar Siburian, penerimaan mandataris Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu15 April 2025

Di areal sawah yang sedang di panen tersebut, dia menyampaikan sinyal harapan sangat merindukan perhatian dari presiden RI Prabowo Subianto, agar para petani di kecamatan setempat dapat terpelihara dan diperhatikan secara nyata.”Hanya pak Prabowo harapan kami, akses jalan kami sangatlah memprihatinkan rusak parah tidak bisa dilalui oleh roda empat, jika dilangsir pakai sepeda motor besar sekali biayanya, dengan terpaksa kami menjual hasil panen melalui jalur perairan menuju Tanjung Balai. Tidak ada jalan lain,” ucapnya.

Disisi lain, Bonnar Siburian, juga mengeluh murahnya hasil jual gabah di wilayah mereka, dengan harga Rp. 5.400,-/Kg, sedangkan harga kilang berkisar hingga Rp. 6.200,-/Kg, yang dibeli oleh pengusaha dari luar daerah yakni, Labura, Tanjung Balai, Asahan.Lebih jauh, Kelompok tani dibawah binaan Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Labuhanbatu ini pun, berharap mendapat dorongan dan perhatian dari pemerintah, dalam upaya peningkatan hasil panen sebagai langkah suksesi Asta Cita Presiden dalam upaya Ketahanan Pangan Nasional.

“Kami akan bekerja keras untuk memerdekakan petani di Labuhanbatu.dengan turun langsung kelapangan kami menjadi mengerti titik permasalahan nya dan keluh kesah petani di wilayah. Kami akan berupaya semaksimal mungkin,” sebut Asrol Azis Lubis, SE,M.AP.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI ) Kabupaten Labuhanbatu, sore itu akan menanam Jagung. Serangkaian mengikuti program Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dalam konteks Ketahanan Pangan, DPD Tani Merdeka Indonesia saat ini sedang dalam proses melaksanakan penanaman jagung seluas 1,2 Hektar di kelurahan Lobusona jalan Baru By Pass Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, sebagai Realisasinya sudah pada tahapan pematangan lahan, dan sedang persiapan penanaman benih.

“Ya, sedang kita kerjakan untuk ditanami jagung serangkaian program HANPANG oleh Bapak Presiden, Terimakasih kepada Dinas Pertanian Labuhanbatu yang memberikan dukungan, serta kerja keras tim TMI Labuhanbatu. Semoga nantinya dapat berjalan sesuai yang diinginkan dan berkesinambungan,” pintanya.

Melalui momentum ini pula, Asrol Azis Lubis yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu ini berharap dalam konsentrasi waktu setahun kedepan, organisasi yang dijalankannya mampu memiliki Seratus Ribu lahan pertanian binaan.

“Itu target kita kedepan, TMI Labuhanbatu punya 100 ribu hektar lahan pertanian binaan, kita akan konsentrasikan secara terintegrasi,” harapnya.(JT)

Komentar