Perkuat Sumber Daya Manusia, Sekcam Tebing Tinggi Barat Mardiansyah, S.IP Kawal Langsung Rembuk Stunting Desa Gogok

 

Meranti | metroinvestigasi.id- Upaya konkret dalam mempercepat penurunan angka tengkes (stunting) terus digelorakan secara masif di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Pemerintah Desa Gogok bersama Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Barat menginisiasi Forum Musyawarah Rembuk Stunting sebagai langkah proaktif dan terpadu dalam menekan angka stunting sejak dari hulu ke hilir.

Kegiatan bernilai strategis yang berlangsung di Balai Desa Gogok ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tebing Tinggi Barat, Mardiansyah, S.IP, Kepala UPT Puskesmas Tebing Tinggi Barat, dr. Farid Moses A., jajaran perangkat Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepala Desa Gogok beserta seluruh perangkat desa, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Rembuk stunting ini menjadi instrumen krusial dalam mengevaluasi efektivitas intervensi program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan Rencana Aksi Desa (RAD) yang diproyeksikan masuk dalam skema pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) periode mendatang.

Musyawarah melahirkan empat poin kesepakatan konkret yang berfokus pada pendekatan presisi dan berbasis data:

Validasi dan Presisi Data: Integrasi data terkini balita berisiko stunting oleh Puskesmas dan KPM untuk memastikan intervensi tepat sasaran (targeted intervention).

Penguatan Kapasitas Posyandu: Revitalisasi sarana-prasarana posyandu serta optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis gizi dan protein hewani lokal bagi ibu hamil dan balita.

Edukasi dan Penanganan 1.000 HPK: Kampanye intensif mengenai intervensi spesifik pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mencakup pentingnya ASI eksklusif dan pola asuh bergizi seimbang.

Infrastruktur Kesehatan Lingkungan: Pemetaan menyeluruh dan perbaikan sanitasi serta penyediaan akses air bersih bagi keluarga rentan.

Dalam pengarahannya, Sekcam Tebing Tinggi Barat, Mardiansyah, S.IP, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program rutin bulanan, melainkan investasi jangka panjang pemerintah dalam mencetak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Rembuk stunting ini merupakan manifestasi dari komitmen mutlak pemerintah dalam mengikis habis risiko stunting di seluruh wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Kunci utama keberhasilan penanganan stunting terletak pada komitmen kolektif, transparansi data, dan kolaborasi yang solid antar-lintas sektor,” tegas Mardiansyah, S.IP.

Lebih lanjut, beliau menginstruksikan kepada seluruh perangkat desa, kader, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat yang hadir untuk mengawal langsung implementasi kebijakan di lapangan agar manfaatnya dirasakan secara riil oleh keluarga sasaran.

“Kita tidak boleh bekerja secara parsial. Integritas data dan aksi nyata di tingkat desa adalah pondasi utama kita untuk memastikan anak-anak di Desa Gogok tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong Generasi Emas,” tambah Mardiansyah, S.IP.

Senada dengan arahan Sekcam, Kepala UPT Puskesmas Tebing Tinggi Barat, dr. Farid Moses A., menekankan pentingnya intervensi medis berkelanjutan dan kedisiplinan pola asuh dari orang tua.

“Penanganan stunting membutuhkan ketepatan dalam intervensi gizi spesifik, terutama pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pihak Puskesmas berkomitmen penuh untuk terus melakukan pendampingan medis, pencatatan tumbuh kembang secara berkala, serta memastikan pemenuhan gizi lokal kaya protein hewani benar-benar tersalurkan dengan tepat,” ujar dr. Moses.

Melalui kepemimpinan dan pengawalan ketat dari Sekcam Tebing Tinggi Barat Mardiansyah, S.IP yang didukung sinergi teknis pelayanan kesehatan serta partisipasi aktif seluruh jajaran perangkat desa dan elemen masyarakat, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi role model akselerasi penanggulangan stunting terintegrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.***(Khairul/mp)

Komentar