oleh

Pengrusakan Hutan Mangrove Terjadi Lagi di Gunungsitoli Utara

 

Gunungsitoli | metroinvestigasi.id –
Hutan Mangrove hidup berada di pesisir pantai, habitat tanaman ini tumbuh subur di sepanjang perairan pantai di Gunungsitoli Utara kota Gunungsitoli.

Pengrusakan terjadi dengan menggunakan Alat berat excavator di duga milik seorang oknum (Purnawirawan TNI) berinisial
SUS selaku pemilik alat berat (excavator).

Kejadian yang serupa juga pernah terjadi pada masa Pemerintah Kota Gunungsitoli dipimpin oleh Walikota Drs.Martinus Lase MSp , yang juga
lokasinya di hutan Mangrove persisnya di posisi Pantai Gunungsitoli Utara.

Keberadaan pohon mangrove di pesisir pantai tidak hanya menahan Abrasi pantai juga melindungi habitat kehidupan laut ( ikan dll ) dan menjaga keseimbangan Ekosistim laut.

Akibat dari pengrusakan hutan Mangrove itu, akan terjadi kerusakan ekosistem laut dan juga dapat menimbulkan terjadinya longsor dan abrasi pantai (Air laut naik) ke anak sungai disepanjang pantai akan rusak.

Ekosistem mangrove menghasilkan sumberdaya lahan basah dan lembab di wilayah pesisir pantai dan juga sebagai sistem penyangga kehidupan laut
serta kekayaan alam yang tak ternilai, oleh karena itu sangat diperlukan perlindungan.

Dengan pemanfaatan lahan mangrove secara lestari yang akan memberikan kesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat , hal ini sangat sejalan dengan upaya melakukan konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove pada kawasan lindung dan kawasan pesisir budidaya yang masih berstatus hutan lindung.

Aneka ragam hayati kehidupan biota bawah laut dan budidaya di kawasan pesisir yang juga bagian dari perlindungan garis pantai dan sumberdaya pesisir serta dapat meningkatan produk hasil laut sebagai sumber pendapatan bagi negara dan masyarakat.

Pengrusakan hutan Mangrove dinilai sangat mencederai kehidupan ekosistim hayati dan biota laut. Sangat
disesalkan atas sikap salah seorang pengusaha oknum purnawirawan berinisial SUS (56), yang dengan leluasa diduga melakukan pengrusakan terhadap tanaman mangrove di kawasan Pesisir pantai yang terletak di Desa Lawu lawu Dusun II, Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli dengan menggunakan alat berat excavator.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Lawu – lawu Teluk Belukar, Fatizanolo Mendrofa, membenarkan bahwa adanya kegiatan pekerjaan pembukaan lahan dengan menggunakan alat berat yang diduga merusak tanaman mangrove di kawasan Pesisir hutan pantai.

Menurut keterangan dikerjakan sudah 2 minggu ucap kades setempat. Jum’at (6/11/2020). Fatizanolo Mendrefa selaku Kades juga menjelaskan, lahan yang telah dibuka dengan menggunakan alat berat tersebut diperkirakan lebih kurang mencapai setengah hektar. Dengan cara membuka lahannya sepanjang kearah pantai, kemudian Ia pun menyampaikan,
bahwa sebelumnya Pemko melalui Dinas PU dan Tata Ruang (PUPR) Kota Gunungsitoli pernah menyurati pihaknya yang menyatakan kawasan tersebut merupakan kawasan lindung ungkapnya pada media.

Saat ditayakan kepada pekerja operator excavator (alat berat) lahan siapa yang mereka kerjakan, ia mengatakan, ” milik berinisial AM, kami hanya mengerjakan dengan dibayar uang minyak aja,” terang nya.

Saat dikonfirmasi Kadis lingkungan hidup kota Gunungsitoli Yarni Gulo menegaskan, ” belum ada ijin ke kita, bahwa terkait dengan ijin seharusnya pelaku usaha mengurus Rekomendasi
Pemanfaatan ruangan yang diterbitkan oleh Seketaris Daerah sebagai Ketua TKPR wajib menyesuikan Perda RTRW Kota Gunungsitoli.’ Ujarnya.@ Tim

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed