Menjelang Ramadhan Dinas TPH Sumut Monitoring Produksi dan Harga Pangan

 

 

Deli Serdang | metroinvestigasi.id –Menjelang bulan Ramadhan 1443 Hijriah/2022, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menurunkan enam tim ke 15 kabupaten sentra pertanian di wilayah Sumut untuk melakukan monitor produksi dan harga pangan.

Demikian dikatakan, Plt Kadis TPH Sumut, Bahruddin Siregar kepada awak media, Senin (14/3/2022).

Dia mengatakan, dua pekan jelang bulan Ramadhan 1443 ini sudah terjadi kenaikan komoditas cabai merah yang rata-rata dijual di pasar tradisional saat ini diharga Rp. 50 ribuan per kg.

“Setelah kita amati kenaikan juga sering terjadi memasuki hari Kamis atau menjelang weekend. Sebab mendekati puasa ini banyak yang menggelar hajatan baik pernikahan atau lainnya. Maka permintaan cabai juga meningkat,” beber Bahruddin Siregar.

Diungkapkan Bahruddin Siregar ada enam tim yang diturunkan di sejumlah kabupaten untuk menekan harga komoditas strategis menjelang HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional), dalam hal ini bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Berdasarkan Surat Keputusan Kadis TPH Sumut No:521.1/43.04/PAIP tentang Tim Monitoring Produksi dan Harga dalam rangka Menyambut HKBN Tahun Anggaran 2022, tertanggal 7 Maret 2022, lanjutnya, seluruh tim bergerak ke lapangan, baik ke pusat pasar di kabupaten maupun ke sentra produksi pertanian. “Masing-masing tim melakukan monitoring luas tanam, luas panen dan produksi di sentra pertanaman cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, kentang, jagung dan padi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata Bahruddin, tim juga melakukan monitoring penggunaan benih, termasuk hama dan penyakit tanaman komoditas strategis dimaksud. Selain itu, pihaknya juga langsung melakukan monitoring harga ke petani dan pasar tradisional setempat.

“Tim juga berkoordinasi dengan petugas di masing-masing kabupaten dan melakukan wawancara dengan petani dan penyuluh untuk mengetahui penyebab kenaikan harga komoditas strategis itu,” ujar Bahruddin.

Bahruddin Siregar merinci, keenam tim dimaksud, yakni Tim 1 (Kabupaten Karo dan Dairi) dikoordinir Lambok Turnip, Tim 2 (Simalungun) dikoordinir M Adli Putra, Tim 3 (Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba dan Samosir) dikoordinir Juli E Hutahaean, Tim 4 (Batu Bara dan Asahan) dikoordinir M Adri Airil Nasution, Tim 5 (Langkat, Deli Serdang dan Sergai dikoordinir Marino serta Tim 6 (Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan) dikoordinir Nurhijjah Siregar.

“Jadi kita prediksi juga untuk jarga cabai merah ini tidak akan turun dari Rp45.000 per kg memasuki puasa ini,” imbuhnya. Bahkan dia juga berharap cabai dari luar Provinsi Sumut seperti di Jawa akan segera memenuhi kebutuhan di Sumut. Cabai ini sering disebut dengan cabai kotak.

Sementara itu, Koordinator Tim 5 yang bertugas di wilayah Langkat, Deli Serdang dan Sergai Marino, mengklaim telah menunaikan seluruh tugasnya dalam kurun waktu dua hari. Di Deli Serdang, misalnya, terdapat luas panen cabai merah pada bulan Maret 2022 sekira 73 hektar dengan perkiraan produksi mencapai 181 ton.

“Saat ini, harga jual cabai merah di tingkat petani berkisar Rp43 ribu per kilogram dan di pasar tradisional mencapai Rp 51 ribu perkilogram, pihaknya juga menginventarisir luas panen cabai rawit di kabupaten Deli Serdang pada bulan Maret 2022 sebanyak 1 Ha dengan perkiran produksi mencapai 25 ton.Di pasar tradisional setempat, harga jual cabai merah berkisar 34 ribu per kg.

Hal serupa juga di alami di kabupaten Sergei. pihaknya menginventarisir terdapat 9 Ha luas panen cabai merah pada Maret 2022, dengan perkiraan produksi sebanyak 54 ton di Sergei, Tim 5 mencatat harga jual cabai merah di tingkat petani mencapai Rp 50 ribu per Kg, dan di pasar tradisional berkisar 56 ribu per Kg. sementara di kabupaten Langkat, pihaknya menginventarisir luas panen cabai merah pada bulan Maret 2022 mencapai 517 Ha.

Intinya di tiga Kabupaten yang menjadi kewenangan Tim 5 produksi cabai merah masih cukup banyak dengan harga jual di pasar tradisional masing masing di atas Rp 50 per Kilogram” sebut Mario yang bertugas di Tim 5 dan segenap rekan Tim. ( anisa )

Komentar