oleh

Komunitas Peduli Ikan Air Tawar ( KOPIAT) Rokan Hilir terbentuk

example banner

 

Rokan Hilir|metroinvestigasi.id –Masyarakat Bagansiapiapi yang punya kepedulian terhadap perkembangan ikan air tawar akhirnya sepakat untuk membentuk satu organisasi yang peduli pada perkembangan ikan air tawar di Kabupaten Rokan Hilir.

example banner

Adapun organisasi berbasis komunitas ini melalui musyawarah pembentukan mendirikan ” Komunitas Peduli Ikan Air Tawar ” disingkat KOPIAT yang diselenggarakan Di Balai Pertemuan Kepenghuluan Parit Aman kecamatan Bangko pada Hari Sabtu, 04/03/2021.

Pembentukan Organisasi ini didasari dengan keperihatinan masyarakat terhadap sistem tangkap ikqn air tawar yang menggunakan cara cara yang tidak dibenarkan oleh undang undang seperti menggunakan alat setrum, bom ikan serta hal hal lain.

Menyikapi kondisi ini masyarakat yang sangat peduli pada ini bersepakat untuk membentuk satu organisasi yang nantinya akan berperan mensosialisasikan cara tangkap ikan air tawar yang benar dan tidak merusak lingkungan.

” Tujuan kita membentuk organisasi ini agar kita semua peduli terhadap lingkungan dan cara tangkap ikan air tawar yang benar ” ungkap Rudi Akbar selaku salah satu penggagas.

Adapun dalam pembentukan KOPIAT ini dihadiri oleh Baijuri Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang bertugas di Rohil, Jhonson M Staf Diskanlut Propinsi Riau, Kompok Sasli Rais, SH Kapolsek Bangko, Bhabinkamtibmas Kep. Parit Aman, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Sementara itu Baijuri menyambut baik pembentukan komunitas ini dengan harapan dapat bekerjasama dengan Dinas Perikanan dalam menjaga lingkungan dan ekosistem Ikan Air Tawar di Kabupaten Rokqn Hilir.

Selanjutnya Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH dalam sambutannya meminta agar KOPIAT ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersungguh sungguh dalam menjaga lingkungan dan ekositem dari pada ikqn air tawar serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak dari penangkapan ikan air tawar yang tidak sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan.

Acra kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari Jhonson M staf diskanlut Riau menyampaikan dan berharap adanya kerjasama komunitas dengan Dinas Perikanan sehingga dapat tercapai apa yang akan diprogramkan terutama pelestarian ikan air tawar dan lingkungannya.

Beliau juga meminta agar dikedepankan sosialisasi kepada masyarakat terhadap dampak penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan dan perundangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembentukan pengurus komunitas.          ( $y.B )

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed