LONDON | metroinvestigasi.id – Hari ini, GSMA menganugerahi klaster kecerdasan buatan (AI) Huawei Atlas 900 dengan “Global Mobile Awards 2020 (GLOMO Awards) – Tech of the Future Award”. Atlas 900 tampil dengan sukses berkat daya komputasi AI-nya yang terdepan di dunia, sistem disipasi panas terbaik, dan jaringan klaster unggulan. Atlas 900 mempercepat riset dasar AI berskala global dan giat menghadirkan berbagai aplikasi AI ke industri-industri. Kedua langkah ini ditempuh demi mengembangkan era AI dengan daya komputasi AI yang luar biasa.
Teknologi inovatif telah mengusung industri seluler hingga melampaui ekspektasi besar yang dimiliki para pionir teknologi terdahulu. GSMA memberikan “GLOMO Award – Tech of the Future Award” sebagai pengakuan atas teknologi visioner yang mengubah dunia. Untuk itu, ajang penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi industri atas klaster AI Huawei Atlas 900 sebagai produk terobosan dalam inovasi AI.
Atlas 900 ialah klaster pelatihan (training cluster) AI tercepat di dunia. Klaster ini menjadi produk unggulan yang menggabungkan ribuan prosesor AI Huawei Ascend 910 untuk 256-1.024 peta-FLOPS (PFLOPS) FP16. Dengan demikian, Atlas 900 menghasilkan daya komputasi yang setara dengan 500.000 unit PC. Dalam uji tolok ukur pelatihan model ResNet-50, Atlas 900 memecahkan rekor dunia dengan menuntaskan pelatihan dalam tempo 59,8 detik. Atlas 900 menjadi satu-satunya produk yang mampu merampungkan pelatihan tersebut di bawah satu menit.
Atlas 900 memiliki beragam aplikasi untuk riset ilmiah dan inovasi bisnis sehingga para peneliti bisa melatih model-model AI dengan foto dan video secara lebih cepat. Atlas 900 tak hanya menguntungkan riset ilmiah dengan prediksi astronomi, petrokimia, dan cuaca yang lebih efisien serta akurat. Namun, Atlas 900 juga mendatangkan berbagai manfaat bisnis, seperti aspek time-to-market yang lebih cepat untuk swakemudi (autonomous driving).
Klaster AI Atlas 900 memiliki tiga moda interkoneksi berkecepatan tinggi: Huawei Cache Coherent System (HCCS), PCIe 4.0, dan 100GE. Atlas 900 memanfaatkan data center switch dari seri produk Huawei CloudEngine guna mendukung jaringan sinkronisasi parameter full-mesh parameter synchronization network untuk pelatihan model AI di atas 100 TB (10^12)/detik. Hal tersebut mengurangi latensi sinkronisasi sebesar 10% hingga menjadi 70%, notabene lompatan besar dalam efisiensi pelatihan model AI.
Daya komputasi yang cepat bisa menyebabkan panas berlebihan pada sistem. Untuk itu, klaster AI Atlas 900 memiliki sistem disipasi panas yang terdepan di industri. Solusi liquid hybrid cooling membantu rasio pendinginan dengan cairan di atas 95%, dilengkapi dengan teknologi adiabatik tertutup untuk kabinet. Indikator power usage effectiveness (PUE) ideal bagi pusat data ialah 1.0. Sementara, satu unit kabinet dengan Atlas 900 menawarkan disipasi hingga 50 kW untuk PUE di bawah 1.1. Atlas 900 juga lebih hemat tempat ketimbang kabinet dengan pendinginan udara 8 kW, dan dimensinya berkurang 79%. Sistem pendinginan dengan cairan yang inovatif secara drastis mengurangi TCO bagi pelanggan, dan memberikan daya besar, densitas padat, dan PUE rendah
Komentar dari juri, “Produk ini menjadi platform perkembangan untuk beragam aplikasi di industri seluler dan sektor lainnya, serta mengandalkan teknologi terkini guna menghadirkan kecepatan dan kinerja luar biasa dengan jejak karbon yang minimal.” (red/pr)









Komentar