Simalungun | metroinvestigasi.id –Kebakaran hebat kembali mengguncang wilayah Simalungun. Sebuah rumah milik warga di Jln. Asahan KM 17, Huta IV, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, dilalap api pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Meski tidak menelan korban jiwa, nilai kerugian mencapai angka fantastis: Rp700 juta.
Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar yang berusaha keras memadamkan kobaran api sebelum satu unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun tiba di lokasi.
Kapolsek Bangun, AKP R. Simarmata, memastikan penanganan cepat dan terukur dilakukan pihaknya begitu informasi kebakaran diterima. Ia membenarkan kejadian tersebut sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/A/11/XI/2025/SPKT/POLSEK BANGUN/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT.
Detik-Detik Kebakaran: Api Muncul dari Arah Dapur
Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Tirta (21), seorang pelajar yang tinggal tak jauh dari lokasi. Saat masuk ke dalam rumah, ia dikejutkan oleh api yang sudah membesar di bagian dapur. Bersama warga lain, termasuk Abdul Alex (55), mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun usaha tersebut tak mampu menghentikan laju si jago merah yang dengan cepat merembet ke seluruh bangunan.
Pemilik Rumah Sedang Tidak di Tempat
Pemilik rumah, Supriono (51), yang diketahui berprofesi sebagai PNS, sedang tidak berada di rumah saat insiden terjadi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting)—penyebab klasik yang hingga kini masih menghantui banyak rumah warga.
Kapolsek Turun Langsung: Olah TKP Hingga Koordinasi dengan Inavis
AKP R. Simarmata bersama personelnya bergerak cepat dengan melakukan berbagai langkah penanganan awal, di antaranya:
Mengamankan dan memeriksa lokasi kebakaran (TKP)
Memasang police line
Melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti
Memeriksa saksi-saksi
Berkoordinasi dengan Tim Inavis Polres Simalungun
Polisi turut mengamankan satu batang kayu broti bekas terbakar sebagai barang bukti dan telah membuat sketsa TKP untuk laporan resmi.
Kerugian Fantastis, Warga Diminta Waspada
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp700 juta, mencakup bangunan rumah beserta seluruh isi yang hangus tak tersisa.
Kapolsek Bangun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik. “Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Kebakaran dapat terjadi kapan saja jika kita abai,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat bahwa keamanan instalasi listrik bukan hal sepele.
Hd/Mp | metrinvestigasi.id











Komentar