Simalungun | metroinvestigasi.id- Minggu,22 Desember 2024.Jalan utama di Nagori Pematang Gajing, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun,Sumut mengalami kerusakan parah yang semakin membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak berwenang. Warga setempat pun semakin resah dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata.
Jalan yang menjadi penghubung utama antar-nagori ini dipenuhi lubang besar, genangan air, dan berem/bahu jalan yang membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan. Tak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengalami kerusakan akibat terperosok ke lubang berem atau tergelincir karena permukaan jalan yang licin dan batu yang berserakan.
Keluhan Warga Yang Tak Kunjung Terjawab.
Salah seorang warga, Surya Budi (45), mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi jalan yang semakin memburuk. “Jalan ini sangat penting bagi kami, karena menjadi akses utama ke pasar, sekolah, dan pusat kesehatan. Tapi, lihatlah kondisinya, seperti kubangan. Apa pemerintah tidak melihat”? ujarnya dengan nada kecewa.
Hal senada diungkapkan oleh Hery (32), seorang pengendara pedagang keliling yang mengandalkan jalan tersebut untuk mencari nafkah. “Setiap hari saya harus hati-hati sekali lewat sini, takut jatuh atau motor saya rusak. Kalau seperti ini terus, kami yang rugi. Kami butuh perhatian pemerintah,” katanya.
Warga setempat mengaku sudah beberapa kali melaporkan kerusakan jalan ini kepada pemerintah daerah, baik melalui kepala nagori maupun melalui forum resmi. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki jalan tersebut.
Perekonomian Terganggu
Kerusakan jalan di Nagori Pematang Gajing juga berdampak pada perekonomian warga. Banyak pedagang yang kesulitan mengangkut hasil bumi mereka ke pasar karena akses yang sulit dilewati. Biaya transportasi pun meningkat akibat kerusakan pada kendaraan yang sering terjadi.
“Kalau jalan bagus, biaya transportasi lebih murah, hasil panen kami bisa cepat sampai ke pasar. Tapi sekarang, ongkos jadi mahal karena truk sering rusak. Kami sangat dirugikan,” keluh mukidi, seorang petani setempat.
Tuntutan Perbaikan Segera
Warga berharap pemerintah Kabupaten Simalungun segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut. Beberapa warga bahkan mengancam akan melakukan aksi protes jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
“Kami tidak minta fasilitas mewah, hanya jalan yang layak agar kami bisa hidup lebih baik. Kalau pemerintah terus diam, kami siap turun ke jalan untuk menyuarakan hak kami,” tegas Dian, seorang tokoh masyarakat setempat.
Respons Pemerintah Diharapkan
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Kabupaten Simalungun belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Nagori Pematang Gajing. Warga berharap suara mereka didengar dan perbaikan jalan bisa segera direalisasikan, mengingat pentingnya akses jalan tersebut bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kerusakan jalan di Nagori Pematang Gajing menjadi salah satu contoh nyata dari banyaknya infrastruktur di daerah pedesaan yang masih terabaikan. Pemerintah diharapkan lebih serius dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat kota. (H. Dbk)
















Komentar