Rokan Hilir | metroinvestigasi.id –
Terkait adanya pemberitaan salah satu media online info rohil.Com yang membertakan tentang banyak ikan mati di sungai Danau Napangga Kecamatan Tanjung Medan Kab.Rohil (2/10) , pihak Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Rokan Hilir Riau telah menanggapi dan melakukan peninjauan lokasi yang diberitakan media tersebut rabu 3/10/2021.
Peninjauan ini langsung dipimpin kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DLH Rohil Syahrul SKM didampingi Kasi Perencanaan Kajian Lingkungan Junaidi , S.Hut , Kasi Gakkum Carlos ST , Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Oktar Priadi SKM dan staf bidang PPKLH.
Kemudian pihak DLH Rohil juga meliabatkan pihak keorganisasian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) diwakili wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI Rokan Hilir bidang DAS Aminuddin Simatupang didampingi Ketua Ranting HNSI Kecamatan Tanjung Medan Khairuddin. Camat Tanjung Medan Masrul SH didampingi Sekcam Kec. Tanjung Medan Bahrul S.Sos serta pihak kepolisian Resor Rokan Hilir dan Pihak Polsek Pujud.
Peninjauan ini untuk membuktikan ikan yang mati disepanjang sungai Danau Napangga sebagaimana yang diberitakan media online tersebut dengan mempergunakan perahu motor milik nelayan setempat. Peninjauan ini bersifat penulusuran DAS danau Napangga.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua DPC – HNSI Rohil bidang Daerah Aliran Sungai (DAS) Aminuddin Simatupang kepada awak media …..(4/10) lewat what Appnya.
Lebih jelas Aminuddin Simatupang menyebutkan , peninjauan ini bersifat team yang juga di hadiri pihak perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil).
” Dari hasil peninjauan dan penelusuran ini dengan mepergunakan kapal motor perahu milik nelayan setempat dimana team benar menemukan masih banyak ikan yang mengapung dan membusuk disepanjang aliran sungai danau napangga . ” cukup banyak ikan mengapung yang sudah mati dan membusuk kita temukan saat penulusuran Daerah Aliran Sungai (DAS) ini yang diduga akibat tercemari maupun terkontaminasi akibat limbah dari Pabrik Kelapa Sawit PKS) atau limbah yang mengandung bahan kimia aktif, Sebut Aminuddin simatupang.
Ketika dipertanyakan kapan pihak DPC – HNSI Rohil mengetahui adanya banyak ikan mati di sungai danau napangga ini , Aminuddin .s menjelaskan, kita membaca media Info Rohil dan Fb yang viral ditambah adanya laporan ketua Ranting HNSI Kec.Tanjung Medan saudara Khairuddin.
Aminuddin simatupang menambahkan, dalam hal ini pihak DLH Rohil telah mengambil sample air di sekitar sungai ini dan hulu sungai ternasuk daerah yang diduga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) membuang limbahnya ke aliran sungai ini . Kemudian pihak Polres Rohil yang turut dalam team investigasi ini juga melakukan pengutipan informasi dari masyarakat yang melihat ikan mabuk ini untuk sebagai acuan penelusuran permasalahan.
Aminuddin simatupang berharap kepada pihak DLH maupun dinas peeikanan Rokan Hilir serta pihak kepolisian dapat mengungkap dan mengangkat permasalahan ini sesuai tufoksinya . Kita yakin dan percaya matinya ikan di sungai danau napangga ini , kuat dugaan akibat limbah dan bahan kimia beracun diatas baku mutu air , sehingga para ikan mati dan membusuk.
Aminuddin simatupang berharap kepada nelayan sungai danau napangga untuk bersabar menunggu hasil laboratorium DLH Rohil. HNSI Tetap akan telusuri dan ikuti permasalahan ini hingga selesai . Doakan HNSI Rohil dan pihak terkait yang menangani nya cepat menemukan titik sumber nya. Saya mengharapkan
kepada pihak instansi dan institusi terkait untuk berkomitmen menyatukan sikap mengungkapnya. Mari kita membuka mata hati melindungi nelayan demi kesejahteraannya. ” ungkapnya secara jelas dan tegas.
Masyarakat nelayan setempat Zulham saat diminta tanggapannya terkait permasalahan ini mengatakan , ” Kepada bapak Bupati Rohil kiranya dapat bertindak melalui dinas kepemerintahan terkait, dalam melakukan tindakan agar hal seperti ini tidak terulang kembali . ” ungkapnya. ( bs )










Komentar