Hujan Disertai Angin Terbangkan Atap Rumah Warga Porsea

 

Toba | metroinvestigasi.id – Warga Desa Parparean 1 dan Desa Parparean 2, Kecamatan Porsea, Mabupaten Toba, Sumatra Utara dikagetkan turunnya hujan dan angin kencang yang datang secara mendadak. Akibat dari angin kencang tersebut menerbangkan atap rumah warga dan tumbangkan pohon, dimana kejadian pada Kamis (27/1/2022) sekira pukul 18.00 Wib.

Sebelum turun hujan dan angin kencang cuaca di Kecamatan Porsea sangat cerah, namun mendadak turun rintik hujan dimana sinar matahari lumayan terik, sekitar pukul 17.00 Wib, lalu sekitar setengah jam kemudian hujan deras mengguyur disertai angin kencang hingga menerbangkan atap rumah warga.

Seperti disampaikan oleh salah seorang warga Desa Parparean 2, R. Sitorus, bahwa tetangganya telah mengalami musibah dimana atap rumahnya diterbangkan angin kencang.

“Tetapi untuk saat ini, karena hujan masih cukup deras dan keadaan sudah malam, belum diketahui berapa rumah yang terdampak akibat angin kencang tersebut. Kita juga masih takut keluar rumah takut ada angin susulan, ” terang R. Sitorus.

Terpisah, peristiwa ini dibenarkan oleh Camat Porsea, Robert Manurung saat awak media menghubunginya via selular, dimana pihak pemerintah kecamatan saat ini sedang berupaya melakukan pertolongan kepada warga yang terdampak.

“Informasi sementara yang kita dapat ada dua rumah paling parah atap rumahnya diterbangkan oleh angin, terletak di Parparean 2, setengah atap rumahnya diterbangkan angin dan juga ada pohon yang tumbang menimpa teras rumah warga, untuk Parparean 1 danpaknya tidak seberapa, ” jelas Camat.

Lanjut Camat, peristiwa ini sudah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, sehingga besok yang mengalami bencana mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Toba.

“Adapun bantuan yang akan diberikan nantinya berupa bahan bangunan dan makanan, untuk tenda darurat tidak disediakan karena warga yang menjadi korban untuk malam ini mengungsi ke rumah keluarganya, kebetulan dekat dari lokasi kejadian,” Pungkas Robert.

Atas koordinasi dari pihak kecamatan kepada pihak PLN setempat, personel PLN langsung turun telah dilakukan pemotongan kayu yang tumbang dengan menggunakan sinsaw (gergaji mesin). (nimrot)

Komentar